Memilih Dokter Mata yang Tepat Sesuai Kondisi Anda

By Island Hospital   |   2019 Jul 19 18:59:03

Anda mengalami ketidaknyamanan di sekitar mata. Baik unilateral ataupun bilateral. Artinya, ketidaknyamanan bisa terjadi di mata kanan, mata kiri, atau keduanya. Anda tidak tahu mata mana yang lebih sakit, dan lebih sulit lagi untuk mengetahui penyebab ketidaknyamanan pada mata.

Terkadang, mata yang sakit atau terasa tidak nyaman bukan tanda penyakit serius. Masalah ringan seperti abrasi pada permukaan kornea mata dapat menyebabkan rasa sakit. Hal lain yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada mata adalah mata kering. Sebaliknya, penyakit mata serius seperti glukoma, katarak, degenerasi makula, ablasi retina, penyakit mata yang disebabkan oleh diabetes, kanker mata atau kanker kelopak mata justru tidak memberikan gejala sama sekali.

Banyak orang yang menganggap bahwa rasa sakit atau tidak nyaman pada mata bukanlah hal besar dan tidak segera memeriksakan diri ke dokter.

Memeriksakan mata di optik atau membeli obat di apotik memang lebih mudah. Namun, menemui dokter mata dan mendapatkan perawatan yang tepat sangat penting untuk kesehatan mata, karena penanganan yang tidak tepat justru dapat memperparah kondisi mata.

Ophtalmologis adalah dokter spesialis penanganan, perawatan dan juga operasi mata.

Ophtalmologis menyediakan perawatan yang menyeluruh, mulai dari pemeriksaan mata hingga penanganan medis lebih lanjut hingga operasi. Dari pemeriksaan mata, dokter mata dapat memberikan diagnosis dan menangani komplikasi dari berbagai kondisi lain seperti diabetes. Mereka juga dapat memberikan resep untuk kacamata dan lensa kontak.

Idealnya, pemeriksaan mata harus dilakukan setahun sekali. Sekalipun penglihatan terasa baik-baik saja, pemeriksaan mata memiliki kegunaan untuk mendeteksi dini penyakit mata sebelum gejala terjadi. Masalah diabetes, glukoma, dan katarak dapat didiagnosa di tahapan awal melalui pemeriksaan mata.

Apabila penglihatan tiba-tiba berkurang, buram atau kabur, menjadi sensitif terhadap cahaya atau pantulan, atau penglihatan tepi menjadi tidak jelas, Anda harus segera menemui dokter mata. Karena bisa jadi gejala ini bukan merupakan gejala mata ringan yang bisa ditangani dengan kacamata atau lensa kontak, melainkan penyakit mata yang lebih serius seperti katarak, glukoma, atau kondisi kesehatan lain seperti diabetes.

  • Kacamata atau lensa kontak yang sedang dipakai. Pastikan apabila Anda perlu berhenti memakai lensa kontak sebelum janji temu
  • Informasi mengenai kondisi kesehatan atau alergi
  • Informasi mengenai semua obat-obatan atau suplemen lain yang sedang diminum

Untuk mengetahui pemeriksaan mata yang tepat untuk pasien, dokter akan memeriksa kondisi kesehatan dan sejarah penyakit mata di keluarga. Pemeriksaan mata yang tepat dapat mendeteksi tanda-tanda glukoma, diabetes, tekanan darah tinggi dan artritis. Jika dokter menemukan sesuatu yang ganjil, biasanya pasien akan durujuk ke dokter langganan atau spesialis tertentu.

Berikut adalah beberapa tes mata yang dapat dilakukan dokter mata tergantung dengan kondisi pasien:

Tes Ketajaman Mata Visual
Tes ini berfungsi untuk mengukur ketajaman penglihatan. Pasien akan diminta untuk membaca huruf dan angka yang diproyeksikan ke dinding untuk menguji ketajaman penglihatan jarak jauh maupun jarak dekat. Aspek lain penglihatan juga akan diuji, seperti kemampuan untuk melihat secara tiga dimensi dan juga kesehatan penglihatan tepi.

Tes Bidang Visual
Tes ini dilakukan untuk mencari adanya skotoma atau titik buta di penglihatan tepi. Titik buta ini bisa disebabkan oleh penyakit seperti glukoma. Analisa titik buta juga dapat membantu mengidentifikasi  area di mana terjadinya kerusakan otak yang disebabkan oleh stroke atau tumor.

Tes Kebutaan Warna
Tes ini ditujukan untuk mengukur kemampuan mata untuk melihat warna, dan biasanya dilakukan di tahap awal pemeriksaan mata yang menyeluruh. Selain mencari tahu soal kebutaan warna yang disebabkan oleh keturunan, tes ini juga bisa mendeteksi kebutaan warna yang disebabkan oleh kerusakan pada syaraf optik.

Retinoskopi
Tes yang digunakan untuk memperkirakan resep kacamata yang tepat untuk pasien. Lampu ruangan akan diredupkan saat tes berlangsung, dan pasien akan diminta untuk fokus kepada target besar yang ada di kartu snellen. Saat sedang terfokus pada target, cahaya kemudian akan diarahkan ke mata.

Uji Refraksi
Tes ini menentukan seberapa besar kadar hyperopia (rabun jauh), myopia (rabun dekat), astigmata (silinder) dan presbyopia. Hasil tes kemudian digunakan untuk menentukan resep kacamata pasien. Saat tes berlangsung, sebuah phoropter akan ditaruh di depan mata pasien. Dokter akan mengganti-ganti lensa dan bertanya lensa mana yang membantu pasien melihat lebih jelas. Setelah proses ini dilakukan, resep kacamata yang tepat pun bisa ditentukan.

Cover Test
Tes sederhana untuk memeriksa seberapa baik mata pasien dapat berfokus pada suatu objek. Tes ini juga mengecek ke mana arah mata pasien melihat. Pasien akan diminta untuk fokus ke sebuah objek di seberang ruangan. Dokter kemudian akan menutup salah satu mata secara bergantian. Prosedur ini kemudian diulang untuk objek jarak dekat. Dokter kemudian bisa menilai apakah pasien mengalami amblyopia atau “mata malas.”

Tes Pergerakkan Bola Mata
Tes ini dilakukan untuk menguji kemudahan mata untuk bergerak mengikuti objek atau target yang berpindah. Pasien akan diminta untuk duduk diam dan mengikuti pergerakan benda atau cahaya dengan mata. Pasien juga akan diminta untuk menggerakan mata di antara dua target yang diletakkan berjauhan untuk menilai kecepatan mata bergerak (“saccades”). Masalah pada pergerakan mata dapat menyebabkan keletihan pada mata dan mempengaruhi kemampuan membaca dan berolahraga.

Tes Stereopsis (Kedalaman Penglihatan)
Tes ini ditujukan untuk memeriksa kedalaman penglihatan dan kemampuan mata untuk melihat objek secara tiga dimensi. Pasien akan menggunakan kacamata “3D” dan melihat sebuah pola yang terdiri dari empat lingkaran kecil. Kemudian, pasien akan diminta untuk melihat pola mana yang terlihat lebih dekat dibanding yang lain. Jika berhasil, artinya pasien memiliki kedalaman penglihatan yang normal.

Tes Slit Lamp
Slit lamp adalah alat yang digunakan untuk menguji struktur mata. Pasien akan diminta untuk duduk di depan alat slit lamp dan menempelkan dahi dan mata pada bagian depan alat. Kemudian, semua struktur mata terdepan seperti kelopak, kornea, konjungtiva, iris, lensa, dan juga struktur yang ada di belakang seperti retina dan syaraf penglihatan akan diperiksa dengan cara ini. Penyakit mata seperti katarak, degenerasi makula, ulkus kornea dan retinopati diabetik dapat dideteksi oleh tes slit lamp.

Tonometri / Tes Glukoma
Ini adalah tes untuk mendiagnosa glukoma. Pertama-tama, mata pasien akan dibuat kebas dengan obat tetes mata. Tekanan kemudian akan diberikan dengan hembusan udara dengan alat yang disebut dengan tonometer. Tekanan Intraokular (IOP) dikalkulasi berdasarkan resistensi mata pasien terhadap hembusan udara tersebut. Tekanan yang tinggi adalah indikasi pasien mengalami glukoma. Alat lain yang bisa dilakukan untuk mendeteksi glukoma adalah applanation tonometer. Mata akan dibuat kebas dengan obat tetes mata warna kuning, dan jari dokter akan menyentuh bola mata dengan lembut dibarengi dengan tonometer untuk mengukur Tekanan Intraokular (IOP). Tes ini tidak sakit dan hanya makan waktu beberapa detik.

Tes Pembesaran Pupil Mata
Tes ini umum dilakukan untuk memeriksa semua bagian mata dan sangat penting untuk pasien dengan faktor risiko penyakit mata yang tinggi. Saat tes dilakukan, pupil mata pasien akan dilebarkan dengan obat tetes mata sehingga dokter dapat melihat keseluruhan struktur mata. Setelah pupil membesar, dokter akan menggunakan berbagai instrumen untuk melihat ke dalam mata, mengecek penglihatan tepi dan juga kesehatan otot mata. Obat tetes mata yang digunakan akan membuat mata menjadi sensitif terhadap cahaya, sehingga pasien harus menggunakan kacamata hitam setelahnya. Pasien tidak diperbolehkan menyetir beberapa jam setelah tes ini dilakukan karena pandangan akan kabur dan akan banyak pantulan masuk saat obat masih bekerja. Obat ini juga akan membuat mata pasien susah berfokus pada suatu objek untuk beberapa jam ke depan.

Buat Janji Temu
Beli Paket Sekarang

Dr. Adrian Chan Soon Eng

Spesialis
Mata
Lihat Profil Buat Janji Temu

Assoc. Prof. Dr. Andrew Lim Keat Eu

Spesialis
Mata
Subspesialis
Bedah Mata Vitreoretinal
Lihat Profil Buat Janji Temu

Dr. Vanessa Naseem Neoh

Spesialis
Mata
Subspesialis
Bedah Plastik Mata
Lihat Profil Buat Janji Temu

Latest Blogs

Feb 22, 2021 5:17:39 PM
Looking out for skin cancer
Read More
Nov 1, 2018 6:11:37 PM

The Importance of Health Screenings

Take steps to keep you and your loved ones at Island Hospital - and enjoy the gift of health

Read More
Jun 30, 2020 3:18:59 PM

Medicine Delivery

The Medicine Delivery Service is introduced for the convenience of patients who are on long-term medication. Island Hospital is offering to deliver your medication directly to your doorstep without you having to visit the hospital.

Read More