Yang Perlu Anda Ketahui Tentang 9 Jenis Kanker Yang Paling Umum Beserta Gejalanya

By Island Hospital   |   2019 Okt 10 11:47:26

Sebagian besar orang punya teman atau keluarga yang mengidap kanker. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja -- tua muda, kaya miskin, pria wanita dan bahkan anak-anak. Tak hanya itu, kanker juga memberikan beban yang sangat berat kepada pasien, keluarga dan masyarakat. Kanker adalah salah satu penyebab kematian terbesar di dunia.

Kanker adalah penyebab kematian kedua di seluruh dunia, dengan angka kematian mencapai 9.6 juta di tahun 2018. Secara global, sekitar 1 dari 6 kematian disebabkan oleh kanker. Kanker paru-paru, kolorektal, perut, hati dan payudara adalah jenis yang paling mematikan tiap tahunnya.

Semakin cepat diketahui, semakin cepat kanker bisa ditangani. Ketahui gejala awal penyakit mematikan ini sebelum terlambat.

Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh perubahan pada cara kerja sel, terutama di kemampuan mereka untuk tumbuh dan membelah.

Perubahan genetik yang menyebabkan kanker bisa jadi diwariskan oleh orang tua kita. Perubahan ini juga bisa jadi adalah hasil dari kesalahan yang terjadi ketika sel membelah atau kerusakan pada DNA yang disebabkan oleh lingkungan sekitar. Faktor lingkungan yang dapat menyebabkan kanker mencakup asap rokok atau radiasi ultraviolet dari matahari.

Kanker bisa muncul di bagian mana saja di tubuh manusia, yang terdiri dari triliunan sel. Pada tubuh yang sehat, sel-sel manusia tumbuh dan membelah sesuai dengan kebutuhan tubuh. Ketika sel menua atau rusak, mereka akan mati dan digantikan oleh sel baru. Namun ketika kanker mulai muncul, proses ini menjadi terganggu. Sel-sel yang menua tidak mati, dan sel-sel baru yang tidak dibutuhkan muncul. Sel-sel yang tidak dibutuhkan ini bisa terus membelah tanpa henti dan tumbuh menjadi tumor.

Berbeda dari sel normal, sel kanker tumbuh tidak terkendali dan cepat merambat ke bagian tubuh lainnya. Sel kanker juga terus membelah dan tidak bisa dihentikan.

Tumor ganas yang berkembang menjadi kanker dapat menyebar ke jaringan tubuh terdekat. Selain itu, saat tumor tumbuh, sel kanker juga dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya melalui darah atau kelenjar getah bening dan membentuk tumor di organ atau bagian tubuh lainnya.

Sel kanker dapat menghindar dari sistem imun - yaitu kumpulan organ, jaringan dan sel yang melindungi tubuh dari infeksi dan penyakit lainnya. Umumnya, sistem imun melindungi tubuh dari sel-sel abnormal, namun ada sel kanker yang bisa “bersembunyi” dari sistem imun.

Tumor juga bisa memanfaatkan sistem imun untuk bertahan hidup dan bertumbuh. Contohnya, dengan bantuan sel sistem imun yang mencegah respon imun tertentu, sel kanker dapat menyebabkan sistem imun berhenti membunuh sel kanker.

Tidak semua perubahan pada jaringan tubuh disebabkan oleh kanker. Namun perubahan pada jaringan dapat berkembang menjadi kanker apabila tidak ditangani. Berikut adalah contoh perubahan pada jaringan yang bukan merupakan kanker namun tetap harus diawasi:

Hiperplasia terjadi ketika sel di dalam jaringan membelah lebih cepat dari biasanya sehingga terjadi penumpukan sel. Namun ketika diperiksa di bawah mikroskop, sel dan jaringan masih terlihat normal. Hiperplasia bisa disebabkan oleh beberapa faktor atau kondisi, termasuk peradangan akut.

Displasia adalah kondisi yang lebih serius dari hiperplasia. Sama seperti hiperplasia, pada displasia ada penumpukan sel, namun hal ini menyebabkan sel terlihat abnormal dan jaringan sel berubah. Semakin banyak sel dan jaringan yang terlihat abnormal, semakin besar kemungkinan kanker akan tumbuh.

Sel yang normal dapat berubah menjadi sel kanker. Sebelum kanker muncul, sel dalam tubuh mengalami perubahan yang disebut dengan hiperplasia dan displasia. Pada hiperplasia, sel dan jaringan masih terlihat normal di bawah mikroskop. Namun pada displasia, sel mulai terlihat abnormal meskipun belum berubah menjadi kanker. Hiperplasia dan displasia bisa merupakan gejala awal kanker, namun bisa juga tidak.

Tahapan stadium kanker adalah proses menentukan seberapa parah kanker sudah berkembang dalam tubuh. Tahapan biasanya ditentukan dengan ukuran tumor, seberapa jauh penyebaran dan pengaruhnya di organ tubuh lainnya (metastatis).

Mengetahui tahapan stadium kanker sangat penting untuk membantu dokter memutuskan perawatan apa yang cocok untuk pasien. Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui stadium kanker. Mengetahui stadium kanker membantu dokter untuk membuatkan rencana penanganan, termasuk tipe operasi yang perlu dilakukan dan apakah kemoterapi atau terapi radiasi dibutuhkan.

4 stadium adalah cara yang paling umum untuk menilai kanker:

  • Stadium 0. Sel pre-kanker ditemukan di dalam tubuh. Kanker stadium ini disebut juga dengan kanker in situ yang berarti “di tempat.” Kanker stadium 0 adalah kanker yang masih hanya ada di tempat awal dan belum merambah ke jaringan sekitar. Di stadium ini, kanker masih bisa diobati dengan mudah, biasanya dengan mengeluarkan tumor dari tubuh dengan operasi.
  • Stadium 1. Kanker di stadium ini biasanya merujuk pada tumor kecil yang belum tumbuh banyak dan belum merambat ke jaringan lain. Kanker juga belum merambah ke kelenjar getah bening atau bagian lain dalam tubuh. Sering juga disebut dengan kanker tahap awal. Kanker stadium 1 masih bisa disembuhkan dengan operasi apabila ukuran tumor kecil.
  • Stadium 2: Kanker stadium 2 adalah kanker yang berukuran besar atau sudah tumbuh ke dalam jaringan. Kanker juga sudah menyebar ke kelenjar getah bening tapi belum menyebar ke bagian tubuh lain. Kanker stadium 2 biasanya ditangani dengan kemoterapi, terapi radiasi atau operasi.
  • Stadium 3: Kanker stadium 3 artinya kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening dan otot terdekat, namun belum menyebar ke organ lain. Kanker di stadium ini sudah termasuk parah, namun semakin banyak penanganan yang efektif untuk kanker pada stadium ini.
  • Stadium 4: Stadium ini menandakan bahwa kanker sudah menyebar ke jaringan dan organ lain dalam tubuh. Disebut juga dengan kanker metastatis. Pada stadium 4 yang parah, kanker sudah menyebar ke hati, tulang, paru-paru dan kelenjar getah bening. Kanker stadium 4 biasanya ditangani dengan kemoterapi, terapi radiasi dan operasi. Meski begitu, tingkat kematian pasien sangat tinggi pada kanker stadium 4.

Ada lebih dari 100 tipe kanker, dan beberapa jenis kanker lebih umum tergantung dari usia, gender, dan ras atau grup etnis. Misalnya, kanker prostat hanya menyerang laki-laki, dan kanker payudara lebih banyak menyerang wanita sekalipun pria juga dapat mengidap kanker payudara. Perlu diingat bahwa banyak kanker yang tidak menimbulkan gejala di tahap awal. Kadang gejala muncul disertai kondisi lain, sehingga pemeriksaan dokter adalah cara yang paling tepat untuk mencari penyebabnya.

1. Kanker Paru-Paru adalah tipe kanker yang pertama kali muncul di paru-paru. Orang yang merokok punya risiko yang paling tinggi mengidap kanker ini, sekalipun orang yang tidak merokok juga bisa terkena kanker paru-paru. Risiko kanker paru-paru bertambah semakin lama seseorang merokok dan berapa banyak rokok yang dihisap.

Gejala kanker paru-paru mencakup:

  • Batuk yang tidak kunjung hilang dan semakin parah seiring berjalannya waktu
  • Batuk darah
  • Napas tersendat-sendat
  • Nyeri dada yang terus menerus
  • Nyeri pada tulang
  • Suara serak atau berubah
  • Infeksi paru-paru yang berulang (seperti pneumonia dan bronkitis)
  • Kehilangan berat badan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sering merasa pusing
  • Darah menggumpal

Kanker paru-paru bisa jadi asimptomatik atau tidak bergejala sampai stadium yang parah (disebut juga dengan stadium akhir). Paru-paru hanya memiliki sedikit ujung syaraf, sehingga tumor bisa tumbuh tanpa rasa sakit. Jika Anda mengalami salah satu gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter.

2. Kanker payudara bisa terjadi pada pria dan wanita, namun lebih umum terjadi pada wanita.

Gejala kanker payudara mencakup:

  • Benjolan di payudara, ketiak, sekitar tulang selangka. Benjolan ada yang sakit dan tidak sakit. (Banyak juga benjolan yang bukan merupakan kanker. Segera periksakan ke dokter untuk cari tahu penyebabnya.)
  • Payudara bengkak
  • Kulit payudara iritasi atau berkeriput, menebal, memerah, atau kering
  • Nyeri di payudara dan puting susu
  • Keluar cairan yang bukan ASI dari puting susu
  • Puting susu masuk ke dalam

Gejala ini bukan berarti selalu disebabkan oleh kanker. Jika benjolan ditemukan atau ada perubahan pada kondisi payudara sekalipun baru selesai melakukan mammogram, segera buat janji temu dengan dokter untuk evaluasi kesehatan.

3. Kanker Kolorektal juga dikenal sebagai kanker perut atau kanker kolon adalah kanker yang pertama kali muncul dari kolon atau rektum (bagian dari usus besar).

Gejala kanker kolorektal mencakup:

  • Kehilangan berat badan
  • Merasa lemah dan kelelahan
  • Perubahan pada kebiasaan buang air besar (seperti konstipasi, diare) yang bertahan berhari-hari
  • Nyeri di perut yang hilang timbul selama berhari-hari
  • Tekanan pada perut atau rektum yang menciptakan rasa ingin buang air terus menerus
  • Darah pada tinja (yang terlihat kemerahan atau hitam)
  • Pendarahan dari rektum yang terlihat terang di tisu toilet

Kanker kolorektal tidak selalu menimbulkan gejala sampai stadium akhir. Namun gejala kanker kolorektal bisa jadi tanda dari masalah kesehatan lain seperti pendarahan atau IBS (irritable bowel syndrome). Segera temui dokter jika Anda mengalami gejala ini. Deteksi dini kanker kolorektal sangatlah penting.

4. Kanker prostat adalah salah satu kanker yang paling umum terjadi pada pria. Biasanya kanker prostat tumbuh perlahan di kelenjar prostat dan tidak membahayakan. Namun ada juga tipe kanker prostat yang agresif dan menyebar dengan cepat.

Gejala kanker prostat:

  • Nyeri seperti terbakar saat pipis
  • Merasa harus sering pipis di malam hari
  • Susah mendapatkan atau mempertahankan ereksi
  • Nyeri saat ejakulasi atau berkurangnya cairan saat ejakulasi
  • Darah pada urin atau cairan ejakulasi
  • Nyeri pada bawah punggung, paha, pinggul, atau area pelvis
  • Nyeri atau tekanan pada rektum

Kanker prostat tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Jika Anda adalah pria berusia di atas 55 tahun dan tidak merasakan gejala apapun, Anda tetap disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter. Jika Anda merasakan salah satu dari gejala, segera temui dokter. Gejala ini juga bisa jadi disebabkan oleh masalah kesehatan lain seperti prostatitis (peradangan prostat).

5. Kanker pankreas adalah kanker yang muncul di pankreas, yaitu organ yang terletak di bagian bawah perut. Pankreas mengeluarkan enzim yang membantu pencernaan dan hormon yang mengatur gula darah.

Gejala kanker pankreas mencakup:

  • Kehilangan berat badan
  • Nyeri di perut bagian atas yang merambat sangat punggung
  • Depresi
  • Darah menggumpal
  • Terkena diabetes
  • Merasa lemah dan lelah
  • Kulit dan bagian putih mata menjadi kuning (sakit kuning)

Kanker pankreas tidak menimbulkan gejala sampai parah dan jarang terdeteksi di tahap awal. Bagi orang-orang yang pernah terkena kista pankreas atau punya keluarga yang pernah terkena kanker pankreas, pemeriksaan rutin dapat membantu mendeteksi kanker pankreas secara dini.

6. Kanker hati atau kanker hepar adalah kanker yang muncul di liver / hati.

Gejala kanker hati mencakup:

  • Kehilangan berat badan
  • Kehilangan selera makan atau merasa kenyang setelah makan sedikit
  • Mual atau muntah
  • Liver yang membengkak dan terasa seperti mengganjal di bawah tulang rusuk bagian kanan
  • Limpa yang membengkak dan terasa seperti mengganjal di bawah tulang rusuk bagian kiri
  • Nyeri di bagian perut atau di dekat bahu kanan
  • Perut yang membengkak
  • Gatal-gatal yang tidak disebabkan oleh faktor lain
  • Kulit dan bagian putih mata menjadi kuning (sakit kuning)
  • Memar atau pendarahan
  • Demam
  • Pembesaran pembuluh darah di bagian perut
  • Pusing dan pingsan
  • Merasa lemah dan kebingungan
  • Konstipasi

Buatlah janji temu dengan dokter jika Anda mengalami gejala yang mengkhawatirkan.

7. Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh dari sel yang ada di dalam serviks atau leher rahim yang menyambungkan rahim dengan vagina. Pada tahap awal, kanker serviks tidak memiliki gejala apapun.

Gejala kanker serviks yang paling umum adalah:

  • Rasa nyeri pada pelvis saat melakukan hubungan seks
  • Pendarahan pada vagina setelah hubungan seks, di antara menstruasi atau setelah menopause
  • Keputihan yang encer, berdarah, kental atau berbau

Gejala ini bisa ditimbulkan oleh masalah kesehatan lain, termasuk infeksi. Siapapun yang mengalami gejala ini disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter.

8. Kanker lambung adalah kanker yang muncul pada sel yang ada di lambung.

Gejala kanker lambung mencakup:

  • Merasa kelelahan
  • Merasa kembung setelah makan
  • Merasa kenyang setelah makan sedikit
  • Rasa perih di perut yang parah dan bertahan lama
  • Masalah pencernaan yang berkepanjangan
  • Rasa mual yang berkepanjangan dan tanpa sebab
  • Nyeri di perut
  • Sering muntah
  • Kehilangan berat badan

Leukimia adalah kanker yang tumbuh di jaringan yang menghasilkan darah, seperti tulang sumsum dan sistem limfa.

Gejala leukimia bervariasi tergantung jenisnya. Gejala yang paling umum mencakup:

  • Demam dan kedinginan
  • Rasa kelelahan dan lemah yang berkepanjangan
  • Infeksi yang parah dan sering
  • Kehilangan berat badan
  • Pembengkakan pada kelenjar getah bening, liver atau limpa
  • Mudah berdarah dan memar
  • Sering mimisan
  • Bintik-bintik merah pada kulit (petechiae)
  • Sering berkeringat terutama di malam hari
  • Nyeri pada tulang

Gejala leukimia seringkali samar dan tidak spesifik. Banyak yang tidak menganggap gejala leukimia serius karena mirip dengan flu atau penyakit umum lainnya.

Jika Anda mengalami gejala yang mengkhawatirkan, segera buat janji temu dengan tim onkologi kami di Island Hospital.

Tingkat kematian kanker bisa dikurangi apabila kanker dideteksi dan ditangani sejak dini. Jika dideteksi secara dini, kanker bisa diatasi dengan penanganan yang efektif. Tingkat keberhasilannya pun lebih tinggi dan biaya perawatan lebih murah. Kualitas hidup pasien kanker juga dapat ditingkatkan secara signifikan dengan mendeteksi kanker secara dini dan menghindari penanganan yang terlambat.

Pemeriksaan ditujukan untuk menemukan pasien dengan abnormalitas sel yang mengarah pada kanker tertentu atau pasien dengan sel pre-kanker yang belum mengalami gejala dan memberikan diagnosis serta perawatan yang tepat untuk mereka.

Memeriksakan diri ke dokter segera setelah gejala muncul membantu pasien untuk mendapatkan penanganan secara dini dan meningkatkan harapan hidup.

Diagnosa kanker yang tepat sangat penting untuk penanganan yang efektif, karena setiap kanker membutuhkan penanganan masing-masing yang lebih dari sekedar operasi, radioterapi atau kemoterapi.

Island Hospital berkomitmen untuk menyediakan pasien kami dengan penanganan kanker yang paling berkualitas melalui tim kami yang berdedikasi. Pasien yang datang ke Island Hospital dapat menikmati layanan dari tim spesialis kami yang bekerja sama untuk merawat dan mendampingi Anda dan keluarga. Pasien akan diberikan layanan yang lengkap mulai dari deteksi dini, pencegahan, perawatan kesehatan, panduan nutrisi dan dukungan psikologis.

Buat Janji Temu
Beli Paket Sekarang

Dr. Saw Min Hong

Spesialis
Kanker
Lihat Profil Buat Janji Temu

Dr. Cheah Soon Keat

Spesialis
Kanker
Lihat Profil Buat Janji Temu

Latest Blogs

Feb 22, 2021 5:17:39 PM
Looking out for skin cancer
Read More
Nov 1, 2018 6:11:37 PM

The Importance of Health Screenings

Take steps to keep you and your loved ones at Island Hospital - and enjoy the gift of health

Read More
Jun 30, 2020 3:18:59 PM

Medicine Delivery

The Medicine Delivery Service is introduced for the convenience of patients who are on long-term medication. Island Hospital is offering to deliver your medication directly to your doorstep without you having to visit the hospital.

Read More
Jun 10, 2021 2:58:04 PM

Blood Donation – What you need to know

Giving blood can be a life-saving action to the recipients, but it may also have benefits for the donor.

Read More