Apakah Benjolan di Payudara Saya adalah Kanker?

By Island Hospital   |   28.12.2018

Benjolan pada payudara adalah pembengkakan atau tonjolan kecil/besar pada payudara yang mempunyai perbedaan signifikan dibandingkan di area lain pada kedua payudara. Benjolan payudara dapat menyerang wanita dan pria, namun umumnya sering terjadi kepada wanita.

Breast Lumps-03

Setiap bagian payudara dapat memiliki reaksi yang berbeda-beda saat ada perubahan kimia pada tubuh wanita. Perubahan-perubahan ini memberi pengaruh sensasi dan tekstur tertentu yang dapat berkontribusi kepada perkembangan benjolan payudara.

Beberapa benjolan dapat mempengaruhi perkembangan payudara seperti terasa mempunyai pinggiran, dimana ada beberapa orang yang merasa benjolan tersebut terasa seperti memiliki pinggiran yang sedikit tebal/menjorok ke luar.

Gejala benjolan payudara adalah perubahan-perubahan abnormal lain pada payudara, seperti:

  • Bentuk puting susu yang masuk ke dalam areola payudara
  • Kulit yang lunak dan cekung di area payudara
  • Keluarnya darah dari puting

Banyak hal yang dapat menyebabkan adanya benjolan pada payudara. Beberapa penyebabnya memang tidak berbahaya, tetapi ada juga penyebab yang terasa sangat menyakitkan, dan atau bisa jadi sangat berbahaya. Beberapa penyebab diantaranya adalah infeksi, cedera/luka, perubahan non-kanker pada payudara, dan kanker.

  • Infeksi
    Peradangan jaringan payudara juga dikenal sebagai mastitis. Mastitis dapat terjadi pada wanita yang sedang menyusui (sedang mengalami masa laktasi).
  • Cedera/luka
    Apabila payudara mengalami luka/cedera akibat trauma benturan, pembuluh darah kecil bisa pecah dan menyebabkan pendarahan lokal di sekitar payudara (hematoma) yang dapat terasa seperti benjolan.
  • Perubahan non-kanker pada payudara
    • Fibroadenoma adalah pertumbuhan tumor jinak (non-kanker) yang umum. Fibroadenoma adalah tumor yang padat dan keras yang tidak menyakitkan atau hanya terasa sakit sedikit. Tumor ini dapat tumbuh dengan cepat di masa remaja dan masa kehamilan.
    • Kista payudara adalah kantung berisi cairan yang berada di dalam jaringan payudara, dan bersifat jinak. Kondisi ini sangatlah umum, terutama bagi yang berusia di atas 35 tahun.
    • Perubahan Fibrokistik pada payudara ditandai dengan pembengkakan/benjolan payudara serta terjadinya berbagai ketidaknormalan pada jaringan payudara. Perubahan fibrokistik terjadi pada saat payudara terlalu sensitif terhadap kadar hormon yang berfluktuasi. Wanita yang mengalami perubahan fibrokistik kemungkinan merasa nyeri atau merasakan adanya benjolan di sekitar payudara.

Saat benjolan payudara sudah terdeteksi, dibutuhkan pemeriksaan lanjutan untuk menemukan penyebabnya. Mammogram, biopsi, USG, atau tes-tes lainnya akan dilakukan untuk memastikan tidak adanya kanker payudara serta melakukan penanganan yang tepat.

  • Pemeriksaan Fisik
    Pemeriksaan payudara secara manual adalah metode yang penting untuk mendeteksi kanker, dan merupakan langkah awal untuk mengidentifikasi benjolan payudara. Jika benjolan dapat dirasakan secara manual, sangatlah penting untuk memperkirakan lokasi benjolan agar mammogram atau pemeriksaan diagnostik lainnya dapat difokuskan pada area tersebut.
  • Biopsi
    Biopsi adalah prosedur dimana suatu sel atau jaringan diambil untuk pemeriksaan, biasanya dengan menggunakan jarum atau tindakan operasi.
  • Mammogram
    Wanita yang mempunyai benjolan payudara memerlukan mammogram untuk kedua payudaranya. Mammogram dapat mendeteksi sekitar 90% kanker payudara.
  • USG
    USG sangat berguna untuk mengevaluasi benjolan payudara. Prosedur ini dapat membedakan antara kista yang mengandung cairan, dan benjolan padat (yang mungkin adalah kanker, mungkin juga tidak). Langkah pertama dari mengevaluasi benjolan payudara adalah menentukan benjolan tersebut merupakan kista atau massa padat.
  • Magnetic Resonance Imaging (MRI)
    MRI digunakan untuk mengevaluasi benjolan payudara, karena alat ini sangat sensitif dalam mendeteksi ketidaknormalan yang pada jaringan payudara.

Penanganan benjolan payudara tergantung kepada jenisnya. Kebanyakan jenis benjolan tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya tanpa bantuan perawatan apa pun.

  • Infeksi Payudara (Masitis)
    Mastitis atau infeksi payudara pada wanita menyusui dapat diobati dengan kompres hangat dan antibiotik. Apabila tidak diobati, mastitis dapat berkembang dengan cepat dan menjadi infeksi yang berat.
  • Abses payudara
    Abses, atau terkumpulnya nanah pada payudara perlu dibersihkan oleh dokter, karena dengan mengkonsumsi antibiotik saja tidak cukup untuk mengobatinya.
  • Fibroadenoma
    Fibroadenoma perlu diangkat jika terlalu sulit untuk dibedakan dengan bentuk tumor ganas atau kanker.
  • Nyeri Pada Payudara (Mastodynia)
    Mastodynia adalah kondisi yang umum. Selama massanya tidak dapat dirasakan oleh dokter atau pasien, dan benjolannya tidak dideteksi oleh mammogram atau USG, nyeri pada payudara dapat disimpulkan sebagai kondisi normal. Biasanya kenyerian ini terjadi oleh fluktuasi. Apabila ketidaknyamanan menjadi akut dan mengganggu keseharian seorang pasien wanita, kontrasepsi oral atau obat lain dapat membantu kondisi ini, terutama jika nyeri semakin memburuk pada saat datangnya menstruasi.
  • Perubahan Fibrokistik
    Perubahan fibrokistik tidak membutuhkan pengobatan maupun tindakan operasi. Biasanya, setelah mammogram awal dilakukan, tidak ada penanganan lanjutan yang dibutuhkan, kecuali jika ada benjolan baru. Apabila ini terjadi, dibutuhkan evaluasi lanjutan menggunakan mammogram dan mungkin juga USG.
  • Kanker Payudara
    Kanker payudara membutuhkan penanganan mendesak. Penanganan yang dilakukan tergantung pada tipe kanker yang terdeteksi, ukuran serta lokasinya. Penanganan-penanganan ini termasuk operasi, kemoterapi dan radioterapi.

Kebanyakan benjolan jinak pada payudara disebabkan oleh perubahan pada tubuh dan dapat terjadi tanpa gejala. Apabila Anda mempunyai riwayat benjolan jinak pada payudara, atau apabila Anda merasa memilikinya, segera tanyakan kepada dokter Anda mengenai tips-tips pencegahan dan langkah pengobatannya.

Sampai hari ini, tidak ada cara yang terbukti dapat mencegah benjolan payudara ganas, tetapi Anda dapat mengurangi risiko perkembangan kanker payudara dengan:

  • Mengetahui faktor risiko yang terjadi di payudara Anda.
  • Melakukan pemeriksaan manual sendiri secara rutin pada payudara Anda setiap bulan (Breast Self Examinations, BSEs)
  • Melakukan pemeriksaan payudara klinis secara berkala (dan mammogram secara rutin apabila Anda berumur 40 tahun keatas)
  • Melakukan konseling genetik apabila Anda mempunyai riwayat kanker payudara dalam keluarga.
  • Menjaga berat badan Anda.
  • Berolahraga
  • Diet makanan sehat
  • Membatasi konsumsi alkohol Anda
  • Tidak merokok dan menjauhi asap rokok
  • Apabila infeksi payudara (mastitis) tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berkembang dengan cepat dan memperparah tingkat infeksi Anda.
  • Perubahan fibrokistik tidak meningkatkan risiko kanker, namun perubahan apapun pada payudara Anda dapat mempersulit dokter untuk mengidentifikasi potensi benjolan kanker pada saat pemeriksaan payudara dan mammogram.
  • Cedera/luka pada payudara. Umumnya tidak mengkhawatirkan, tetapi benjolan perlu diperiksa untuk membedakan luka tersebut dengan kanker.
  • Kanker payudara. Apabila tidak segera diobati, tumor dapat berkembang dengan cepat dan mengakibatkan sel-sel kanker menyebar ke seluruh badan Anda.

 

Perawatan obstetri dan ginekologi kami, menyediakan berbagai metode, baik penanganan melalui operasi maupun non-operasi, yang dapat ditentukan sesuai dengan kebutuhan pasien. Pusat Obstetri dan Ginekologi Island Hospital menawarkan berbagai layanan kesehatan lengkap untuk wanita di setiap usia. Dokter kami memiliki keahlian yang sudah diakui untuk setiap subspesialisasi, dengan dukungan pusat penanganan yang terdiri dari perawatan multidisiplin di lingkungan yang terintegrasi. Selain itu, kami menyediakan metode penanganan pilihan yang lebih baik yang dapat menyelamatkan jiwa, dan, melalui praktek klinis dan pembinaan, kami bekerja untuk memastikan hidup yang lebih berkualitas bagi para wanita. Kami juga menyediakan perawatan ginekologi lengkap untuk para wanita, semenjak usia remaja hingga fase menopause, yang membutuhkan perawatan kesehatan dan penanganan untuk berbagai kondisi ginekologi.

Buat Janji Temu
Beli Paket Sekarang


28.09.2018
Apa itu Prehipertensi dan Seberapa Seriuskah Kondisi Tersebut?

Layaknya sebuah lampu kuning di lampu lalu lintas yang berfungsi sebagai tanda peringatan, prehipertensi merupakan suatu tanda peringatan penyakit kardiovaskular. Artinya Anda mungkin memiliki risiko tekanan darah tinggi di masa yang akan datang. Ada beberapa tanda komplikasi yang mengikuti datangnya hipertensi, di antaranya serangan jantung, stroke, penyakit jantung koroner, gagal jantung, dan gagal ginjal. Jika Anda kelebihan berat badan, kurang bergerak, memiliki kebiasaan merokok, minum alkohol secara berlebihan, makan makanan dengan kadar garam tinggi, dan memiliki riwayat keluarga hipertensi, Anda kemungkinan besar berisiko terkena prehipertensi. Prehipertensi biasanya tidak menimbulkan gejala dan didiagnosis di klinik dokter atau apotek ketika dilakukan pengukuran tekanan darah selama pemeriksaan kesehatan rutin.

Read More
28.09.2018
Hipertensi - Si Pembunuh yang Menyerang Diam-diam

Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, bukanlah sebuah penyakit yang dapat terjadi begitu saja. Penyakit ini berkembang perlahan dan disebabkan oleh berbagai hal, sebelum akhirnya kita sadar dan terlalu akut untuk diobati. Padahal, sebenarnya sejak awal kondisi hipertensi bisa dikendalikan secara efektif melalui perubahan gaya hidup, dan obat-obatan jika diperlukan.

Read More
14.09.2018
7 Fakta Penyakit Jantung Koroner (CAD) yang Harus Anda Ketahui

Jenis penyakit jantung yang paling sering ditemui adalah penyakit jantung koroner, atau disebut juga sebagai penyakit arteri koroner, CAD (Coronary Artery Disease), arteriosklerosis koroner, dan aterosklerosis koroner. Berikut adalah 7 Fakta Penyakit Jantung Koroner (CAD) yang Harus Anda Ketahui

Read More
17.12.2018
Ketahui Gejala Miom dan Cara Mengobatinya

Fibroid rahim (atau miom) adalah sel-sel nonkanker yang bertumbuh pada uterus (rahim) dan kerap muncul di masa-masa subur wanita. Fibroid rahim, juga disebut dengan leiomioma atau mioma, tidak berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker rahim. Selain itu, fibroid ini hampir tidak pernah berkembang menjadi kanker.

Read More
09.10.2018
Vaginitis: Apa yang penting diketahui oleh wanita?

Kesehatan vagina sangat penting dipertahankan oleh setiap wanita demi kondisi tubuh yang prima. Berbagai masalah pada vagina dapat menyebabkan masalah kesuburan, gairah seksual, dan kemampuan untuk orgasme. Lalu juga dapat memengaruhi tingkat stress, kepercayaan diri, dan hubungan dengan pasangan kita.

Read More
27.11.2018
Gejala dan Penanganan Tepat Untuk Glukoma

Glaukoma (sering disebut juga sebagai glukoma) berkaitan dengan kondisi di mana tekanan pada mata berada di atas batas normal (hipertensi okular). Jika tidak diobati atau tidak dikontrol, glaukoma dapat menjadi penyebab utama hilangnya penglihatan tepi (penglihatan perifer) yang dapat berujung pada kebutaan.

Read More
17.10.2018
Yang Perlu Diketahui untuk Mencegah Katarak

Mata kita memiliki beberapa bagian, salah satunya adalah lensa kristal alami mata yang berfungsi membantu kita fokus pada manusia dan objek lain pada jarak tertentu. Sayangnya, seiring dengan bertambahnya usia seseorang, lensa ini sering menegang dan mengeras, akibatnya lensa kehilangan kelenturan dan kemampuannya untuk fokus, sehingga menimbulkan masalah penglihatan.

Read More
27.12.2018
Berisiko terserang penyakit liver? JANGAN percaya 6 mitos ini!

Seberapa seringkah kita mendengar bahwa penyakit liver (penyakit hati) hanya menyerang seseorang yang merupakan peminum alkohol berat, atau terlalu sering begadang sampai larut malam?

Read More
17.12.2018
Benarkah ini keluhan maag biasa, atau jangan-jangan batu empedu?

Seringkah dalam keseharian, kita merasakan mual dan sakit di sekitar ulu hati, serta tidak nafsu makan? Sebagian besar mungkin dengan cepat akan mengatakan bahwa itu adalah gejala maag atau penyakit asam lambung lainnya.

Benarkah demikian? Karena seringkali, gejala di atas justru mengindikasikan adanya batu empedu.

Gejala maag dan batu empedu memang sangat mirip, karena keduanya dapat dirasakan di area sekitar ulu hati, yakni lambung dan kantong empedu. Tetapi terkadang memang tidak sesederhana itu, karena gejala batu empedu lebih sering menyerang setelah kita makan. Namun tetap saja banyak masyarakat kita keliru menganggap gejala batu empedu yang menyerangnya sebagai gejala penyakit maag. (this is the part where we elaborate them)

Penyakit batu empedu dapat terjadi akibat membatunya cairan yang dihasilkan oleh hati (liver) dan menumpuk di kantung empedu.

Sementara maag merupakan penyakit yang muncul akibat adanya luka atau bakteri (bernama H. Pylori) di lambung, usus halus, dan/atau kerongkongan, sehingga mengganggu pencernaan dan asam lambung.

Bagaimana cara membedakannya? Sebelumnya, mari pahami batu empedu lebih dalam.

Read More
17.12.2018
Perut sakit setelah makan pedas? Kenali gejala asam lambung yang lain

Hobi makan pedas atau makanan yang asam? Seperti sambal atau rujak, tetapi sering merasa menderita akibat sakit atau mulas pada perut dan tenggorokan terasa panas, setelah menikmati makanan favorit tersebut? Bisa jadi rasa tidak nyaman ini adalah salah satu gejala penyakit yang umum dialami, jika kita mengabaikan kesehatan lambung. Dalam dunia medis penyakit ini dikenal dengan nama Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), atau masyarakat umum mengenalnya sebagai penyakit asam lambung.

Read More
06.12.2018
Stroke - Penyebab Utama Kematian Ketiga dan Apa Yang Anda Bisa Lakukan Tentang Ini

Saat sedang berlibur dengan keluarganya di Bogor, Jonathan*, 52 th, mengalami serangan stroke serius namun menolak untuk dibawa ke rumah sakit oleh istrinya hingga terlalu terlambat. Akibatnya, istrinya kerepotan mengurus administrasi rumah sakit, konsultasi dengan dokter, dan membawa suaminya pulang ke rumah dalam keadaan tidak berdaya. Istri Jonathan adalah seorang pengusaha dengan 4 anak yang berusia di bawah 19 tahun dan Ia tidak punya banyak waktu untuk memikirkan efek berkepanjangan dari serangan stroke yang dialami Jonathan. Proses beradaptasi ke gaya hidup yang baru di mana Jonathan harus selalu dilayani baru terasa beratnya saat mereka pulang ke Jakarta. Jonathan harus menghabiskan waktu di rumah sakit selama 1 bulan, dan mengunjungi pusat rehabilitasi secara rutin selama 3 bulan. Ia telah kehilangan kemampuan untuk berbicara, menulis atau bahkan sekedar bergerak untuk menunjukkan apa yang ia butuhkan.

Read More
29.11.2018
Aces Awards

Kesuksesan dari sebuah kerjasama

Read More
01.11.2018
Pentingnya Tes Kesehatan

Periksakan kesehatan Anda serta keluarga di Island Hospital dan nikmati anugerah kesehatan yang sempurna.

Di kehidupan yang sibuk di mana kita seringkali berpergian, seringkali kita lupa akan kesehatan.

Read More