Berisiko terserang penyakit liver? JANGAN percaya 6 mitos ini!

By Island Hospital   |   27.12.2018

Seberapa seringkah kita mendengar bahwa penyakit liver (penyakit hati) hanya menyerang seseorang yang merupakan peminum alkohol berat, atau terlalu sering begadang sampai larut malam?

Berbagai kabar yang tersebar, baik dari mulut ke mulut maupun melalui sosial media, telah menyesatkan persepsi masyarakat tentang kesehatan, khususnya penyakit kronis seperti liver. Mari segera kita temukan kebenarannya agar kita dapat menjaga dan merawat tubuh dari berbagai hal yang menyebabkan komplikasi liver.

Liver adalah organ dengan ukuran kira-kira sebesar bola rugby yang posisinya berada di bawah rusuk Anda, sebelah kanan. Organ ini merupakan bagian tubuh yang memiliki tugas penting dan tak tergantikan untuk mencerna makanan dan membuang zat beracun/toksin dari tubuh Anda.

Penyakit liver dapat diturunkan secara genetik, atau bisa juga disebabkan oleh berbagai faktor seperti virus atau konsumsi alkohol yang berlebihan. Selain itu, obesitas juga dapat menjadi faktor penyebab kerusakan liver. Kerusakan liver terjadi secara berangsur-angsur hingga terjadinya luka dalam (sirosis), dan akhirnya mengakibatkan gagal hati/gagal liver; yang dapat mengancam nyawa Anda.

Gejala

  • Kelelahan kronis
  • Mual
  • Muntah-muntah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Cenderung mudah mendapat memar

Tanda-tanda

  • Kulit dan mata terlihat kekuningan (Jaundice/penyakit kuning)
  • Rasa nyeri dan pembengkakan pada perut
  • Pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki
  • Kulit gatal-gatal
  • Urin berwarna gelap
  • Kotoran berwarna pucat/berdarah/berwarna hitam
  • Peradangan dapat menyebabkan kerusakan pada liver, sehingga memperburuk kondisi Anda. Oleh karena itu, sebaiknya Anda bertindak cepat selagi penyakit Anda masih berada di fase awal, yaitu saat gejala dan peradangan masih bisa diobati untuk mencegah fase penyakit liver selanjutnya; tidak seperti kondisi-kondisi liver yang sudah berat.
  • Perlemakan liver/perlemakan hati – apabila perlemakan liver tidak cepat diobati, kondisi ini dapat berkembang menjadi Steatohepatitis, yaitu kondisi dimana tidak hanya lemak saja yang menimbun di dalam liver, tetapi juga peradangan (hepatitis), yang dapat menyebabkan kematian (nekrosis) atau terbentuknya luka (fibrosis) pada sel-sel liver.

  • Penyakit liver – Fibrosis yang terdapat pada liver dapat berkembang menjadi sirosis, yaitu penyakit liver stadium akhir.

  • Penyakit liver hanya menyerang para peminum alkohol berat 
    Memang betul bahwa alkohol adalah salah satu faktor risiko besar penyakit liver, namun jika tidak meminumnya sama sekali, bukan berarti kita terbebas dari penyakit ini. Penyakit liver dapat datang dari infeksi hepatitis, kelainan pada sistem kekebalan tubuh, ketidaksempurnaan genetik, perkembangan sel kanker, dan terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak (perlemakan liver non-alkohol).
  • hepatitis C pada liver hanya menyerang pemakai narkoba 
    Tidak sama sekali. Hepatitis C memang dapat menyerang akibat bertukar jarum suntik, namun bukan hanya pemakai narkoba yang dapat melakukan hal seperti ini, kita juga bisa mendapatkannya dari transfusi darah atau kegiatan lain yang membutuhkan jarum suntik. Selain itu, hepatitis C juga dapat menyerang akibat berhubungan seksual tanpa pengaman, sering berganti pasangan, atau menato/menindik tubuh tanpa memedulikan keamanan dan kebersihan studio tato/piercing tersebut.
  • Kopi dapat menyebabkan penyakit liver 
    Justru kebalikannya. Dengan meminum kopi, kita dapat mencegah penyakit liver. Menurut berbagai penelitian di Amerika dan Inggris, meminum 4 cangkir kopi per hari dapat menurunkan risiko sirosis hingga 65%. Kopi justru tidak disarankan bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi, dan gangguan pencernaan. Oleh karena itu, konsumsilah kopi sesuai batas yang wajar.
  • Kebiasaan begadang, kelelahan, dan stress dapat menyebabkan liver
    Kebiasaan terjaga pada malam hari tidak berhubungan dengan penyakit liver. Justru jika sudah memiliki hepatitis, maka kelelahan kronis baru akan terjadi akibat terganggunya fungsi liver. Liver kita juga menyimpan energi beserta berbagai zat yang menguntungkan bagi tubuh, termasuk vitamin. Maka jika tidak berfungsi dengan baik, barulah kita akan mengalami kelelahan. Sementara itu, kebiasaan begadang dan berbagai gaya hidup yang menyebabkan stress adalah faktor risiko dari berbagai penyakit berbahaya selain liver, sehingga kebiasaan ini tetap sangat tidak dianjurkan. Dan tidak seperti yang dibilang orang kebanyakan, liver tidak hanya bekerja keras di malam hari. Seperti halnya jantung, liver merupakan organ yang bekerja 24 jam sehari tanpa beristirahat, karena tanpanya, tubuh kita dapat berhenti bekerja secara keseluruhan.
  • Penyakit hepatitis bukanlah penyakit berkelanjutan 
    Hepatitis A, B, dan C adalah penyakit yang datang dari virus yang berbeda-beda. Dan bukanlah merupakan fase dari satu penyakit yang sama. Ketiga penyakit ini dinamakan hepatitis karena sama-sama menyerang liver dan memiliki gejala yang serupa. Namun, berbeda dari hepatitis A, hepatitis B dan C bukan disebabkan oleh makanan, dan keduanya tidak bisa disembuhkan seperti halnya hepatitis A. Walaupun begitu, kita tetap dapat menghindari hepatitis A dan B melalui vaksinasi.
  • hepatitis B menyebabkan kekuningan mata dan kulit 
    Tidak, bahkan pada beberapa kasus, hepatitis B tidak memiliki gejala apa pun. Penyakit kuning disebabkan oleh bilirubin (pigmen dari sel darah merah yang sudah mati dan pecah) yang berlebih. Bilirubin ini memang diproses oleh liver, sehingga jika fungsi liver tidak optimal, akan menyebabkan ketidakseimbangan distribusi.

Memang hepatitis menyebabkan kelainan pada fungsi liver sehingga dapat menyebabkan penyakit kuning. Tetapi, hal ini tidak selalu muncul. Terutama karena hepatitis B baru akan berkembang antara 1-5 bulan dari waktu memasuki tubuh.

  • Tes Darah

    Tes fungsi liver terdiri dari beberapa macam tes darah, yang bertujuan untuk mendiagnosa penyakit liver. Selain itu, ada tipe tes darah lain yang dapat dilakukan untuk menemukan masalah spesifik pada liver ataupun kondisi genetik Anda.

  • Tes Pencitraan/imaging

    Tes pencitraan seperti USG, CT scan, dan MRI scan dapat menunjukkan ketidaknormalan kondisi liver dan sanggup mendeteksi tumor yang mungkin terdapat di dalam liver.

  • Analisa jaringan

    Mengambil sampel jaringan (biopsi) dari liver Anda dapat mendiagnosa penyakit liver serta mencari tanda-tanda kerusakan pada liver. Biopsi liver biasanya dilakukan menggunakan jarum panjang yang dimasukkan melalui liver. Setelah itu, sampel yang didapat akan dianalisa di laboratorium.

Setiap penyakit yang menyerang liver membutuhkan penanganan dan perawatan khusus. Contohnya:

  • Pada penanganan hepatitis A, dibutuhkan perawatan yang mendukung sistem imun tubuh untuk melawan infeksi yang terjadi.
  • Tindakan operasi pengangkatan kantung empedu mungkin dibutuhkan oleh pasien yang telah memiliki batu empedu.
  • Obat-obatan mungkin dibutuhkan oleh pasien yang memiliki sirosis dan penyakit liver stadium akhir untuk menghindari komplikasi dari sirosis, asites (penumpukan cairan di rongga perut), pendarahan, dan ensefalopati hepatik (kegagalan fungsi otak akibat toksin).
  • Diet rendah sodium dan obat diuretik (obat untuk mengeluarkan kelebihan garam dan air melalui urin) kemungkinan dibutuhkan untuk meminimalisir penyimpanan air yang berlebih.
  • Untuk pasien yang mempunyai volume cairan asites berlebih, kemungkinan harus dilakukan pengurangan dengan jarum dan alat suntik khusus (parasentesis). Melalui bius lokal, jarum akan dimasukkan lewat dinding perut untuk mengeluarkan sebagian dari cairan tersebut. Parasintesis juga dapat digunakan sebagai alat tes diagnostik guna mencari infeksi yang bisa terjadi secara mendadak pada cairan asites.
  • Operasi atau prosedur tertentu kemungkinan dibutuhkan untuk merawat hipertensi portal (hipertensi yang terjadi di dalam vena porta, yaitu vena besar yang membawa darah dari usus ke liver), lalu dilanjutkan dengan obat-obatan untuk meminimalisir risiko pendarahan.
  • Tindakan transplantasi liver adalah pilihan terakhir bagi pasien yang telah mengalami kegagalan fungsi liver dan sudah berada di tahap yang berbahaya.
  • Jenis penyakit liver lainnya mungkin membutuhkan perawatan medis jangka panjang untuk mengontrol dan meminimalisir kerusakan yang disebabkan oleh penyakit tersebut.
  1. Kontrol tingkat konsumsi alkohol Anda
    Bagi orang dewasa yang sehat, mengontrol artinya membatasi konsumsi alkohol Anda hingga maksimum satu porsi minuman per hari untuk wanita, dan dua porsi minuman per hari untuk pria. Seseorang dapat dikategorikan sebagai peminum berat atau berisiko mempunyai penyakit, apabila jumlah konsumsinya lebih dari delapan porsi minuman per minggu untuk wanita, dan lebih dari lima belas porsi per minggu untuk pria.
  2. Hindari gaya hidup yang tidak terkontrol
    • Hindari penggunaan obat-obatan terlarang, terutama yang terkait dengan vena (seperti heroin).
    • Jangan bertukar jarum suntik dengan orang lain.
    • Gunakan kondom saat berhubungan seks, dan hindari berganti-ganti pasangan.
    • Hati-hati saat Anda memutuskan untuk menindik atau menato bagian tubuh, perhatikan kebersihan dan keamanan tempat tato/piercing tersebut. Pastikan alat-alat yang mereka gunakan baru dan steril.
  3. Dapatkan vaksinasi
    Bila Anda memiliki risiko hepatitis atau bila sudah terinfeksi dengan virus hepatitis apa pun, segera konsultasikan dengan dokter untuk prosedur vaksinasi hepatitis A dan hepatitis B.
  4. Konsumsilah obat-obatan dengan bijaksana
  5. Gunakan obat resep sesuai yang dianjurkan dokter, dan non-resep hanya apabila Anda betul-betul membutuhkannya. Konsumsilah obat non-resep sesuai dosis yang tertera pada kemasan. Jangan mencampur obat-obatan dengan alkohol. Sebelum mencampur suplemen herbal dengan obat resep atau non-resep, konsultasikanlah terlebih dahulu dengan dokter Anda.
  6. Hindari kontak langsung dengan darah, atau cairan tubuh orang lain
    Virus hepatitis dapat menyebar melalui jarum suntik yang sudah digunakan oleh orang yang telah terjangkit, atau sekedar lalai membersihkan darah/cairan tubuh. Risiko penularan penyakit hepatitis B dan C dapat dikurangi dengan meminimalisir eksposur Anda terhadap darah dan cairan tubuh orang lain
  7. Berhati-hatilah menggunakan semprotan aerosol
    Pastikan ruangan yang Anda semprot mempunyai ventilasi yang baik, dan gunakan pelindung muka saat menyemprot insektisida, fungisida, cat, dan bahan kimia beracun lainnya. Selalu ikuti instruksi dari produsen terkait.
  8. Lindungi kulit Anda
    Untuk pencegahan, saat menggunakan insektisida dan bahan kimia beracun lainnya, selalu gunakan sarung tangan, baju berlengan panjang, topi, dan pelindung muka.
  9. Jaga berat badan
    Obesitas dapat menjadi penyebab penyakit perlemakan liver non-alkohol, yaitu penumpukan lemak pada liver yang bukan disebabkan oleh konsumsi alkohol.
  • Apa penyebab utama dari gejala saya?
  • Tes apa yang saya perlukan? Apakah tes-tes ini membutuhkan persiapan khusus?
  • Apakah masalah liver saya hanya sementara atau sudah kronis?
  • Penanganan pilihan yang lebih baik seperti apa yang saya perlukan?
  • Perlukah saya menghentikan obat-obatan atau suplemen yang saat ini dikonsumsi?
  • Perlukah saya menghindari alkohol?
  • Bila saya mempunyai penyakit lain, bagaimana saya mengontrol kedua penyakit ini secara bersamaan?
Buat Janji Temu
Beli Paket Sekarang


28.08.2018
6 Langkah untuk Hidup Bahagia dengan Jantung Sehat

Kita sering mengabaikan, bahkan melupakan bahwa jantung adalah salah satu organ terpenting di tubuh manusia. Jantung merupakan organ tubuh yang tidak pernah berhenti bekerja keras agar kita tetap hidup. Ia berdetak sekitar 100.000 kali per hari, atau lebih dari 2,5 miliar kali dalam masa hidup rata-rata manusia. Mengetahui fakta ini, sekarang waktunya kita untuk menjadi lebih proaktif dalam menjaga kesehatan dan kebahagiaan jantung agar kinerjanya selalu optimal. Mengingat kesehatan jantung sangat penting, mari mulai menjaga jantung kita dari gangguan atau penyakit apa pun agar kita selalu sehat dan berumur panjang. Menjaga kesehatan jantung untuk menghindari penyakit kardiovaskular sangatlah penting, tetapi jangan jadikan hal itu sebagai satu-satunya alasan Anda.  

Read More
28.08.2018
12 Mitos Tentang Penyakit Jantung yang Sebelumnya Saya Yakini

Saat ini penyakit jantung tetap bertahan sebagai pembunuh nomor satu di banyak negara. Dan masih banyak persepsi yang salah tentang penyakit jantung. Sekarang saatnya kita membuka fakta yang sebenarnya, sebelum terlambat.

Read More
14.09.2018
7 Fakta Penyakit Jantung Koroner (CAD) yang Harus Anda Ketahui

Jenis penyakit jantung yang paling sering ditemui adalah penyakit jantung koroner, atau disebut juga sebagai penyakit arteri koroner, CAD (Coronary Artery Disease), arteriosklerosis koroner, dan aterosklerosis koroner. Berikut adalah 7 Fakta Penyakit Jantung Koroner (CAD) yang Harus Anda Ketahui

Read More
09.10.2018
Vaginitis: Apa yang penting diketahui oleh wanita?

Kesehatan vagina sangat penting dipertahankan oleh setiap wanita demi kondisi tubuh yang prima. Berbagai masalah pada vagina dapat menyebabkan masalah kesuburan, gairah seksual, dan kemampuan untuk orgasme. Lalu juga dapat memengaruhi tingkat stress, kepercayaan diri, dan hubungan dengan pasangan kita.

Read More
10.09.2018
Kista Ovarium

Rahim wanita memiliki dua indung telur (ovarium) yang masing-masing berbentuk dan berukuran sebesar almond. Satu di sisi kanan dan satu di sisi kiri, berfungsi untuk menghasilkan serta melepaskan sel telur matang (ovum) setiap bulan selama masa-masa subur wanita. Fungsi ovarium dapat terganggu akibat adanya perkembangan kista ovarium yang berbentuk kantung kecil berisi cairan dipermukaannya.

Read More
17.12.2018
Ketahui Gejala Miom dan Cara Mengobatinya

Fibroid rahim (atau miom) adalah sel-sel nonkanker yang bertumbuh pada uterus (rahim) dan kerap muncul di masa-masa subur wanita. Fibroid rahim, juga disebut dengan leiomioma atau mioma, tidak berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker rahim. Selain itu, fibroid ini hampir tidak pernah berkembang menjadi kanker.

Read More
06.12.2018
Kanker Kolorektal – Apa yang tidak Anda ketahui?

Mitos dan Realita tentang Kanker Kolorektal?

Read More
27.11.2018
Gejala dan Penanganan Tepat Untuk Glukoma

Glaukoma (sering disebut juga sebagai glukoma) berkaitan dengan kondisi di mana tekanan pada mata berada di atas batas normal (hipertensi okular). Jika tidak diobati atau tidak dikontrol, glaukoma dapat menjadi penyebab utama hilangnya penglihatan tepi (penglihatan perifer) yang dapat berujung pada kebutaan.

Read More
17.10.2018
Yang Perlu Diketahui untuk Mencegah Katarak

Mata kita memiliki beberapa bagian, salah satunya adalah lensa kristal alami mata yang berfungsi membantu kita fokus pada manusia dan objek lain pada jarak tertentu. Sayangnya, seiring dengan bertambahnya usia seseorang, lensa ini sering menegang dan mengeras, akibatnya lensa kehilangan kelenturan dan kemampuannya untuk fokus, sehingga menimbulkan masalah penglihatan.

Read More
11.04.2019
Retinopati Diabetik

Tahukah Anda bahwa retinopati diabetik adalah salah satu penyebab kebutaan dan kehilangan penglihatan?

Read More
17.12.2018
Benarkah ini keluhan maag biasa, atau jangan-jangan batu empedu?

Seringkah dalam keseharian, kita merasakan mual dan sakit di sekitar ulu hati, serta tidak nafsu makan? Sebagian besar mungkin dengan cepat akan mengatakan bahwa itu adalah gejala maag atau penyakit asam lambung lainnya.

Benarkah demikian? Karena seringkali, gejala di atas justru mengindikasikan adanya batu empedu.

Gejala maag dan batu empedu memang sangat mirip, karena keduanya dapat dirasakan di area sekitar ulu hati, yakni lambung dan kantong empedu. Tetapi terkadang memang tidak sesederhana itu, karena gejala batu empedu lebih sering menyerang setelah kita makan. Namun tetap saja banyak masyarakat kita keliru menganggap gejala batu empedu yang menyerangnya sebagai gejala penyakit maag.

Penyakit batu empedu dapat terjadi akibat membatunya cairan yang dihasilkan oleh hati (liver) dan menumpuk di kantung empedu.

Sementara maag merupakan penyakit yang muncul akibat adanya luka atau bakteri (bernama H. Pylori) di lambung, usus halus, dan/atau kerongkongan, sehingga mengganggu pencernaan dan asam lambung.

Bagaimana cara membedakannya? Sebelumnya, mari pahami batu empedu lebih dalam.

Read More
17.12.2018
Perut sakit setelah makan pedas? Kenali gejala asam lambung yang lain

Hobi makan pedas atau makanan yang asam? Seperti sambal atau rujak, tetapi sering merasa menderita akibat sakit atau mulas pada perut dan tenggorokan terasa panas, setelah menikmati makanan favorit tersebut? Bisa jadi rasa tidak nyaman ini adalah salah satu gejala penyakit yang umum dialami, jika kita mengabaikan kesehatan lambung. Dalam dunia medis penyakit ini dikenal dengan nama Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), atau masyarakat umum mengenalnya sebagai penyakit asam lambung.

Read More
06.12.2018
Kanker Kolorektal – Apa yang tidak Anda ketahui?

Mitos dan Realita tentang Kanker Kolorektal?

Read More
06.12.2018
Stroke - Penyebab Utama Kematian Ketiga dan Apa Yang Anda Bisa Lakukan Tentang Ini

Saat sedang berlibur dengan keluarganya di Bogor, Jonathan*, 52 th, mengalami serangan stroke serius namun menolak untuk dibawa ke rumah sakit oleh istrinya hingga terlalu terlambat. Akibatnya, istrinya kerepotan mengurus administrasi rumah sakit, konsultasi dengan dokter, dan membawa suaminya pulang ke rumah dalam keadaan tidak berdaya. Istri Jonathan adalah seorang pengusaha dengan 4 anak yang berusia di bawah 19 tahun dan Ia tidak punya banyak waktu untuk memikirkan efek berkepanjangan dari serangan stroke yang dialami Jonathan. Proses beradaptasi ke gaya hidup yang baru di mana Jonathan harus selalu dilayani baru terasa beratnya saat mereka pulang ke Jakarta. Jonathan harus menghabiskan waktu di rumah sakit selama 1 bulan, dan mengunjungi pusat rehabilitasi secara rutin selama 3 bulan. Ia telah kehilangan kemampuan untuk berbicara, menulis atau bahkan sekedar bergerak untuk menunjukkan apa yang ia butuhkan.

Read More
01.11.2018
Pentingnya Tes Kesehatan

Periksakan kesehatan Anda serta keluarga di Island Hospital dan nikmati anugerah kesehatan yang sempurna.

Di kehidupan yang sibuk di mana kita seringkali berpergian, seringkali kita lupa akan kesehatan.

Read More
29.11.2018
Aces Awards

Kesuksesan dari sebuah kerjasama

Read More