Biji cabai adalah penyebab utama radang usus buntu, benarkah?

By Island Hospital   |   17.12.2018

Saat kita membicarakan tentang radang penyakit usus buntu, seringkali banyak orang langsung mengatakan bahwa pasti akibat banyak mengonsumsi makanan pedas dan mengandung biji cabai didalamnya. Namun, tahukah bahwa selama ini persepsi tersebut salah besar? Anggapan ini sering sekali kita dengar dan telah tersebar luas di berbagai kalangan masyarakat, terutama di Indonesia. Hal ini membuat kita lalai terhadap masalah utama yang menyebabkan penyakit usus buntu. Jika kita tidak menghiraukan kesehatan organ usus buntu, maka akan menimbulkan masalah kesehatan berupa peradangan, yang memerlukan tindakan pembedahan guna mencegah berbagai komplikasi yang jauh lebih berbahaya lagi. Peradangan ini seringkali disebut dengan istilah apendisitis. Lalu sebenarnya apakah faktor utama yang menyebabkan peradangan usus buntu? Silakan simak artikel berikut.

Usus buntu (disebut juga sebagai umbai cacing atau apendiks) adalah organ berukuran sekitar 8 cm yang berada di ujung usus besar. Dahulu, banyak orang berpikir bahwa organ usus buntu tidak memiliki manfaat apa pun pada tubuh, dan hanya merupakan salah satu peninggalan dari evolusi organ tubuh manusia. Namun, saat ini sudah berkembang, berbagai riset telah menemukan bahwa usus buntu adalah salah satu organ yang bekerja untuk mendukung sistem kekebalan tubuh (organ imunologik) dan berperan aktif dalam memproduksi (sekresi) imunoglobulin. Imunoglobulin yaitu senyawa protein yang digunakan untuk melawan kuman penyakit di dalam tubuh. Walaupun perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk memastikan fungsinya pada tubuh, kita tetap harus waspada agar terus menjaga kesehatan organ usus buntu, sehingga dapat terhindar dari peradangan.

Gejala utama terjadinya peradangan usus buntu adalah nyeri perut. Lokasi nyeri yang seringkali dirasakan oleh pasien adalah pada area ulu hati, lalu setelah 4-6 jam, akan terasa berpindah ke daerah perut kanan bawah, yaitu lokasi usus buntu. Namun, pada beberapa kasus, rasa nyeri dapat dirasakan di daerah lain. Hal ini dikarenakan oleh bentuk usus buntu yang panjang, sehingga posisi nyeri dapat berbeda-beda untuk setiap orang, umumnya yaitu daerah perut kiri bawah atau di bawah pusar.

Kondisi hilangnya nafsu makan (anoreksia) sering menyertai penyakit radang usus buntu. Selain itu, mual dan muntah yang memperburuk nyeri perut juga dapat terjadi, tetapi umumnya tidak akan berlangsung berulang kali (kebanyakan penderita hanya muntah sekali dua kali).

Lalu keinginan untuk buang air besar atau buang gas juga kerap muncul. Terkadang, peradangan ini juga menyebabkan demam, tetapi biasanya hanya sekitar 37.8 -38.8°C. Jika melebihi suhu tersebut, maka peradangan kemungkinan besar telah meluas ke lapisan tipis dinding perut (kondisi peritonitis).

Selain dari gejala tersebut di atas, peradangan usus buntu juga dapat menyebabkan gejala lain seperti kesulitan dan rasa sakit saat buang air kecil serta rasa kram yang kuat di berbagai bagian tubuh.

Radang usus buntu sangat umum ditemukan pada seseorang yang berusia di antara 20 sampai 40 tahun. Penyakit ini jarang ditemukan pada orang berusia lebih muda atau lansia. We need to verify this with your team, mainly because some sources say appendicitis also attacks younger people

Kita sering berasumsi bahwa radang usus buntu berkaitan erat dengan konsumsi biji cabai secara berlebihan. Tetapi pada kenyataannya, tubuh mempunyai mekanisme luar biasa untuk membuang sisa makanan yang tidak tercerna oleh tubuh. Beberapa kasus memang mengindikasikan makanan sebagai penyebab radang usus buntu, namun, menurut riset dari Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, kasus seperti ini hanya memiliki kemungkinan 1:2000 (0,05% dari keseluruhan kasus radang usus buntu).

Terlebih lagi, di dalam hasil riset tersebut, tidak ditemukan biji cabai sama sekali pada tubuh penderita. Yang ada hanyalah biji dari buah-buahan lain, dan sisa dari sayuran. Lanjutnya, peradangan yang terjadi selama riset dilakukan, hanya berasal dari dua tipe sayuran, dan penyumbatan dan pembengkakan hanya terjadi pada lima dari puluhan ribu kasus.

Oleh karena itu, terjadinya radang usus buntu yang disebabkan oleh objek seperti bijibijian dari makanan sangatlah langka, walau memang masih memungkinkan.

Radang usus buntu yang disebabkan oleh sisa makanan memang tidak sepenuhnya salah, namun hal ini lebih sering terjadi karena penyumbatan pada saluran usus buntu. Penyebab utama dari penyumbatan ini adalah fekalit, yaitu timbunan feses/tinja yang keras. Fekalit dapat terperangkap di dalam saluran apendiks, dan seringkali mengandung bakteri E Coli, yakni bakteri yang berasal dari makanan yang tidak bersih. Bakteri inilah yang menyebabkan apendiks meradang. University of Maryland Medical Center, Amerika Serikat, turut melaporkan bahwa radang usus buntu juga dapat disebabkan oleh bentuk infeksi lain, contohnya seperti virus yang menyerang sistem pencernaan (virus gastrointestinal).

Selain fekalit, penyumbatan juga dapat terjadi oleh cacing atau adanya benda asing yang tidak sengaja tertelan.

Penyebab radang usus buntu tidak selalu mudah untuk dideteksi, namun berbagai hal di atas merupakan penyebab penyumbatan yang paling sering terjadi. Pada kasus yang lebih langka, tumor juga dapat menyebabkan radang usus buntu.

Jika tidak cepat ditangani, radang usus buntu dapat menyebabkan pecahnya usus buntu. Saat usus buntu kita sudah pecah (mengalami perforasi), barulah akan terjadi kondisi peritonitis, dimana infeksi telah menyebar ke lapisan tipis dinding perut. Kondisi ini sangatlah fatal dan hanya dapat diobati oleh antibiotik yang kuat sesegera mungkin.

Jika merasa memiliki risiko radang usus buntu, kita dapat melakukan tes darah. Umumnya, usus buntu dapat terdeteksi dari peningkatan sel darah putih yang mencapai sekitar 10.000-18.000/mm3. Jika lebih dari angka tersebut, kemungkinan besar usus buntu sudah pecah dan pasien sudah mengalami peritonitis.

Selain itu, pemeriksaan radiologi juga dapat dilakukan untuk mendeteksi keberadaan fekalit, namun seringkali, pemeriksaan ini tidak terlalu membantu kesimpulan diagnosa radang usus buntu.

Sebaliknya, pemeriksaan USG dapat sangat membantu kesimpulan diagnosa, dengan angka keberhasilan mencapai 71-97%, terutama bagi wanita hamil dan anak-anak.

Tingkat akurasi yang paling tinggi dalam menyimpulkan diagnosa radang usus buntu adalah melalui pemeriksaan CT scan, dengan angka keberhasilan mencapai 93-98%. Hal ini dikarenakan oleh gambar usus buntu yang dapat terpampang dengan jelas oleh CT scan.

Meskipun berbagai pemeriksaan lanjutan tersebut sangat membantu menyimpulkan adanya peradangan usus buntu, namun gejala yang kita alami tetap menjadi pengaruh utama dokter dalam mengambil keputusan.

Prosedur standar untuk menangani peradangan usus buntu adalah tindakan pembedahan guna mengangkat usus buntu. Tindakan bedah dapat dilakukan melalui operasi terbuka atau semi tertutup (laparoskopi). Setelah itu, pasien harus mengonsumsi antibiotik selama 7-10 hari.

Dahulunya, sempat ada pengobatan dengan hanya menggunakan antibiotik, namun setelah pasca kesembuhan pasien diteliti, peradangan usus buntu seringkali kembali kambuh dengan tingkat kemungkinan sampai 35%.

Efek samping dari pengangkatan organ usus buntu Antibiotik akan diberikan guna mencegah kemungkinan terjadinya kondisi peritonitis. Pada saat pembedahan, biasanya prosedur bius total akan dilakukan sebelum usus buntu diangkat. Jika sudah mengalami peritonitis, nanah akan dihisap dan dibersihkan dari perut pasien.

Setelah 12 jam, pasien dapat berdiri dari tempat tidur dan melakukan pergerakan. Lalu sekitar dua sampai tiga minggu dapat beraktivitas seperti biasa. Jika tindakan pembedahan dilakukan dengan cara laparoskopi, otomatis pemulihannya akan lebih cepat. Segera hubungi kembali dokter jika mengalami efek samping seperti:

  • Muntah berlebihan
  • Rasa sakit yang kuat pada perut
  • Pusing hingga ingin pingsan
  • Muntah darah atau urin berdarah
  • Rasa sakit yang kuat serta kulit yang memerah pada jahitan
  • Demam
  • Keluarnya nanah dari jahitan

Selama bertahun-tahun, para peneliti tidak pernah beristirahat demi menemukan fungsi usus buntu untuk manusia, dan hipotesa yang paling dipercaya adalah bahwa organ ini merupakan sarang untuk bakteri baik yang bertugas mencegah berbagai infeksi. Hal ini terindikasi dari sejumlah hewan yang memiliki organ usus buntu. Hewan-hewan ini memiliki konsentrat jaringan limfoid yang lebih tinggi pada tubuh mereka.

Jaringan limfoid memiliki peranan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh. Jaringan ini dapat merangsang pertumbuhan berbagai tipe bakteri yang menguntungkan, yang kemudian disimpan di dalam usus buntu hewan-hewan ini, sehingga mereka dapat terhindar dari serangan infeksi seperti diare.

Lalu, sejumlah riset pada tahun 2012 telah menemukan bukti yang menguatkan hal ini. Peneliti riset tersebut menyatakan bahwa seseorang yang sudah mengangkat usus buntunya memiliki kemungkinan terserang bakteri clostridium difficile colitis (C. diff) 4 kali lebih besar dibanding orang yang masih memiliki usus buntu. Bakteri ini adalah penyebab utama diare dan peradangan berbahaya pada usus besar.

Menurut penjelasan tabloid Scientific American, sesuai riset yang dilakukan di Winthrop University Hospital, New York, kemungkinan terjadinya diare pada individu yang masih memiliki usus buntu hanya 11 persen. Sementara, individu yang telah melakukan operasi pengangkatan usus buntu memiliki kemungkinan sebanyak 48 persen.

Memang, kebanyakan pasien yang telah melakukan operasi usus buntu belum pernah terbukti mengalami efek samping jangka panjang yang merugikan, tetapi hal itu dapat saja terjadi karena pemroduksi sel kekebalan tubuh yang lain telah menguat demi mengompensasi hilangnya usus buntu.

Itulah mengapa kita harus selalu menjaga kesehatan usus buntu dan pencernaan secara keseluruhan. Jika melalaikan hal ini, kita tidak lagi dapat mengonsumsi makanan tanpa kekhawatiran, karena kerusakan pada pencernaan sudah terjadi.

Walaupun belum ditemukan penyebab utama penyumbatan yang menyebabkan peradangan organ usus buntu, tetapi para ahli memercayai bahwa orang-orang yang mengonsumsi makanan kaya serat seperti buah dan sayuran segar memiliki risiko yang lebih rendah.

Hal ini dikarenakan oleh beberapa penelitian, yang telah menemukan hubungan erat antara makanan rendah serat dengan timbulnya peradangan usus buntu. Kebiasaan mengosumsi makanan ini dapat mengakibatkan sulitnya buang air besar, kemudian mengakibatkan tekanan di dalam rongga usus, sehingga meningkatkan risiko penyumbatan pada saluran usus buntu.

Walaupun makanan pedas juga meningkatkan kemungkinan terjadinya penyumbatan pada saluran usus buntu, kita dapat menyimpulkan bahwa biji cabai ataupun sisa makanan lainnya tidak menjadi penyebab utama terjadinya kondisi ini. Makanan pedas memang dapat menyebabkan berbagai masalah gangguan pencernaan yang mirip dengan gejala peradangan usus buntu. Gangguan pencernaan inilah yang dapat menyebabkan rasa sakit intens di area sekitar tulang rusuk dan pusar serta rasa mual, sehingga dapat saja dikira sebagai kondisi peradangan atau bahkan kondisi pecahnya usus buntu.

Jika dirasa memiliki gejala radang usus buntu, segera hubungi dokter terpercaya, karena diagnosa dan penanganan yang cepat sangatlah berpengaruh dalam mencegah komplikasi yang lebih berbahaya. Hindari penggunaan obat penghilang rasa sakit, obat yang mengandung antasid, obat pencahar, ataupun bantalan penghangat, karena dapat menyebabkan pecahnya usus buntu.

Buat Janji Temu
Beli Paket Sekarang


14.09.2018
7 Fakta Penyakit Jantung Koroner (CAD) yang Harus Anda Ketahui

Jenis penyakit jantung yang paling sering ditemui adalah penyakit jantung koroner, atau disebut juga sebagai penyakit arteri koroner, CAD (Coronary Artery Disease), arteriosklerosis koroner, dan aterosklerosis koroner. Berikut adalah 7 Fakta Penyakit Jantung Koroner (CAD) yang Harus Anda Ketahui

Read More
28.09.2018
Apa itu Prehipertensi dan Seberapa Seriuskah Kondisi Tersebut?

Layaknya sebuah lampu kuning di lampu lalu lintas yang berfungsi sebagai tanda peringatan, prehipertensi merupakan suatu tanda peringatan penyakit kardiovaskular. Artinya Anda mungkin memiliki risiko tekanan darah tinggi di masa yang akan datang. Ada beberapa tanda komplikasi yang mengikuti datangnya hipertensi, di antaranya serangan jantung, stroke, penyakit jantung koroner, gagal jantung, dan gagal ginjal. Jika Anda kelebihan berat badan, kurang bergerak, memiliki kebiasaan merokok, minum alkohol secara berlebihan, makan makanan dengan kadar garam tinggi, dan memiliki riwayat keluarga hipertensi, Anda kemungkinan besar berisiko terkena prehipertensi. Prehipertensi biasanya tidak menimbulkan gejala dan didiagnosis di klinik dokter atau apotek ketika dilakukan pengukuran tekanan darah selama pemeriksaan kesehatan rutin.

Read More
28.08.2018
6 Langkah untuk Hidup Bahagia dengan Jantung Sehat

Kita sering mengabaikan, bahkan melupakan bahwa jantung adalah salah satu organ terpenting di tubuh manusia. Jantung merupakan organ tubuh yang tidak pernah berhenti bekerja keras agar kita tetap hidup. Ia berdetak sekitar 100.000 kali per hari, atau lebih dari 2,5 miliar kali dalam masa hidup rata-rata manusia. Mengetahui fakta ini, sekarang waktunya kita untuk menjadi lebih proaktif dalam menjaga kesehatan dan kebahagiaan jantung agar kinerjanya selalu optimal. Mengingat kesehatan jantung sangat penting, mari mulai menjaga jantung kita dari gangguan atau penyakit apa pun agar kita selalu sehat dan berumur panjang. Menjaga kesehatan jantung untuk menghindari penyakit kardiovaskular sangatlah penting, tetapi jangan jadikan hal itu sebagai satu-satunya alasan Anda.  

Read More
21.08.2019
Penyebab Infeksi Saluran Kemih Pada Wanita

Penyebab utamanya adalah anatomi tubuh. Uretra wanita lebih pendek daripada pria, sehingga bakteri lebih cepat sampai ke kandung kemih dan menyebabkan infeksi.

Read More
17.12.2018
Ketahui Gejala Miom dan Cara Mengobatinya

Fibroid rahim (atau miom) adalah sel-sel nonkanker yang bertumbuh pada uterus (rahim) dan kerap muncul di masa-masa subur wanita. Fibroid rahim, juga disebut dengan leiomioma atau mioma, tidak berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker rahim. Selain itu, fibroid ini hampir tidak pernah berkembang menjadi kanker.

Read More
09.10.2018
Vaginitis: Apa yang penting diketahui oleh wanita?

Kesehatan vagina sangat penting dipertahankan oleh setiap wanita demi kondisi tubuh yang prima. Berbagai masalah pada vagina dapat menyebabkan masalah kesuburan, gairah seksual, dan kemampuan untuk orgasme. Lalu juga dapat memengaruhi tingkat stress, kepercayaan diri, dan hubungan dengan pasangan kita.

Read More
22.10.2019
Yang Perlu Diketahui tentang Pembekuan Lemak

Frustasi dengan tubuh yang tidak kunjung ramping meski sudah berolahraga dan mengatur pola makan? Khawatir lemak di tubuh akan mempengaruhi penampilan? Mungkin pembekuan lemak merupakan solusi yang tepat untuk Anda.

Read More
16.10.2019
Terapi Laser untuk Mengatasi Pigmentasi di Island Hospital

Kita semua mendambakan penampilan yang menarik dan penuh percaya diri dengan kondisi kulit yang baik dan sehat setiap harinya. Berfoto dengan teman-teman adalah hal yang sangat menyenangkan, dan semua orang ingin terlihat menawan, tanpa berusaha keras.

Read More
09.10.2019
Telapak Tangan Saya Berkeringat Terlalu Banyak

Pernah ada di situasi di mana tangan mulai berkeringat? Mungkin saat sedang menunggu hasil tes kesehatan? Dokter mungkin akan menjabat tangan dan berharap Anda tidak baru saja kembali dari kamar mandi karena telapak tangan Anda basah seperti spons yang terendam air. Apa yang terjadi di sini?

Read More
08.04.2020
Whipple Surgery memberikan harapan dan potensial kesembuhan untuk penderita kanker pankreas

Pankreas adalah organ pencernaan penting yang terletak di sisi belakang perut, di balik lambung. Organ ini memiliki panjang sekitar 6 inci, berbentuk lonjong, dan dikelilingi oleh lambung, usus halus, hati, limpa, dan kandung empedu. Bagian pankreas yang lebar disebut kepala, bagian tengah disebut tubuhnya, dan bagian yang paling tipis disebut ekor.

Read More
11.10.2019
Kecil namun Berbahaya: Apa itu Kanker Prostat dan Bagaimana Mencegahnya?

Kelenjar prostat seringkali diremehkan karena ukurannya. Padahal, kelenjar ini memiliki peran penting dalam sistem reproduksi pria, dan mengabaikan masalah yang terjadi pada kelenjar ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan.

Read More
06.12.2018
Kanker Kolorektal – Apa yang tidak Anda ketahui?

Mitos dan Realita tentang Kanker Kolorektal?

Read More
10.10.2019
Yang Perlu Anda Ketahui Tentang 9 Jenis Kanker Yang Paling Umum Beserta Gejalanya

Sebagian besar orang punya teman atau keluarga yang mengidap kanker. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja -- tua muda, kaya miskin, pria wanita dan bahkan anak-anak. Tak hanya itu, kanker juga memberikan beban yang sangat berat kepada pasien, keluarga dan masyarakat. Kanker adalah salah satu penyebab kematian terbesar di dunia.

Read More
27.11.2018
Gejala dan Penanganan Tepat Untuk Glukoma

Glaukoma (sering disebut juga sebagai glukoma) berkaitan dengan kondisi di mana tekanan pada mata berada di atas batas normal (hipertensi okular). Jika tidak diobati atau tidak dikontrol, glaukoma dapat menjadi penyebab utama hilangnya penglihatan tepi (penglihatan perifer) yang dapat berujung pada kebutaan.

Read More
19.07.2019
Memilih Dokter Mata yang Tepat Sesuai Kondisi Anda

Anda mengalami ketidaknyamanan di sekitar mata. Baik unilateral ataupun bilateral. Artinya, ketidaknyamanan bisa terjadi di mata kanan, mata kiri, atau keduanya. Anda tidak tahu mata mana yang lebih sakit, dan lebih sulit lagi untuk mengetahui penyebab ketidaknyamanan pada mata.

Read More
05.11.2019
Seberapa baik penglihatan Anda?

Apakah Anda kesulitan membaca dari layar komputer? Apakah rambu-rambu jalan atau alamat tempat terlihat kabur?

Read More
17.12.2018
Benarkah ini keluhan maag biasa, atau jangan-jangan batu empedu?

Seringkah dalam keseharian, kita merasakan mual dan sakit di sekitar ulu hati, serta tidak nafsu makan? Sebagian besar mungkin dengan cepat akan mengatakan bahwa itu adalah gejala maag atau penyakit asam lambung lainnya.

Benarkah demikian? Karena seringkali, gejala di atas justru mengindikasikan adanya batu empedu.

Gejala maag dan batu empedu memang sangat mirip, karena keduanya dapat dirasakan di area sekitar ulu hati, yakni lambung dan kantong empedu. Tetapi terkadang memang tidak sesederhana itu, karena gejala batu empedu lebih sering menyerang setelah kita makan. Namun tetap saja banyak masyarakat kita keliru menganggap gejala batu empedu yang menyerangnya sebagai gejala penyakit maag.

Penyakit batu empedu dapat terjadi akibat membatunya cairan yang dihasilkan oleh hati (liver) dan menumpuk di kantung empedu.

Sementara maag merupakan penyakit yang muncul akibat adanya luka atau bakteri (bernama H. Pylori) di lambung, usus halus, dan/atau kerongkongan, sehingga mengganggu pencernaan dan asam lambung.

Bagaimana cara membedakannya? Sebelumnya, mari pahami batu empedu lebih dalam.

Read More
17.12.2018
Perut sakit setelah makan pedas? Kenali gejala asam lambung yang lain

Hobi makan pedas atau makanan yang asam? Seperti sambal atau rujak, tetapi sering merasa menderita akibat sakit atau mulas pada perut dan tenggorokan terasa panas, setelah menikmati makanan favorit tersebut? Bisa jadi rasa tidak nyaman ini adalah salah satu gejala penyakit yang umum dialami, jika kita mengabaikan kesehatan lambung. Dalam dunia medis penyakit ini dikenal dengan nama Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), atau masyarakat umum mengenalnya sebagai penyakit asam lambung.

Read More
06.12.2018
Kanker Kolorektal – Apa yang tidak Anda ketahui?

Mitos dan Realita tentang Kanker Kolorektal?

Read More
11.10.2019
Kecil namun Berbahaya: Apa itu Kanker Prostat dan Bagaimana Mencegahnya?

Kelenjar prostat seringkali diremehkan karena ukurannya. Padahal, kelenjar ini memiliki peran penting dalam sistem reproduksi pria, dan mengabaikan masalah yang terjadi pada kelenjar ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan.

Read More
06.12.2018
Stroke - Penyebab Utama Kematian Ketiga dan Apa Yang Anda Bisa Lakukan Tentang Ini

Saat sedang berlibur dengan keluarganya di Bogor, Jonathan*, 52 th, mengalami serangan stroke serius namun menolak untuk dibawa ke rumah sakit oleh istrinya hingga terlalu terlambat. Akibatnya, istrinya kerepotan mengurus administrasi rumah sakit, konsultasi dengan dokter, dan membawa suaminya pulang ke rumah dalam keadaan tidak berdaya. Istri Jonathan adalah seorang pengusaha dengan 4 anak yang berusia di bawah 19 tahun dan Ia tidak punya banyak waktu untuk memikirkan efek berkepanjangan dari serangan stroke yang dialami Jonathan. Proses beradaptasi ke gaya hidup yang baru di mana Jonathan harus selalu dilayani baru terasa beratnya saat mereka pulang ke Jakarta. Jonathan harus menghabiskan waktu di rumah sakit selama 1 bulan, dan mengunjungi pusat rehabilitasi secara rutin selama 3 bulan. Ia telah kehilangan kemampuan untuk berbicara, menulis atau bahkan sekedar bergerak untuk menunjukkan apa yang ia butuhkan.

Read More
13.11.2019
5 Tanda Bahaya yang Tidak Bisa Diabaikan - Ginjal Anda Mungkin Bermasalah

Anda memiliki dua ginjal. Mereka berbentuk seperti kacang dan ukurannya kira-kira sebesar kepalan tangan. Mereka terletak di samping tulang belakang, hampir di tengah punggung. Banyak orang yang mengira ginjal hanya berfungsi untuk memproduksi urin.

Read More
29.11.2018
Aces Awards

Kesuksesan dari sebuah kerjasama

Read More
01.11.2018
Pentingnya Tes Kesehatan

Periksakan kesehatan Anda serta keluarga di Island Hospital dan nikmati anugerah kesehatan yang sempurna.

Di kehidupan yang sibuk di mana kita seringkali berpergian, seringkali kita lupa akan kesehatan.

Read More