Memilih Dokter Mata yang Tepat Sesuai Kondisi Anda

By Island Hospital   |   19.07.2019

Anda mengalami ketidaknyamanan di sekitar mata. Baik unilateral ataupun bilateral. Artinya, ketidaknyamanan bisa terjadi di mata kanan, mata kiri, atau keduanya. Anda tidak tahu mata mana yang lebih sakit, dan lebih sulit lagi untuk mengetahui penyebab ketidaknyamanan pada mata.

Terkadang, mata yang sakit atau terasa tidak nyaman bukan tanda penyakit serius. Masalah ringan seperti abrasi pada permukaan kornea mata dapat menyebabkan rasa sakit. Hal lain yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada mata adalah mata kering. Sebaliknya, penyakit mata serius seperti glukoma, katarak, degenerasi makula, ablasi retina, penyakit mata yang disebabkan oleh diabetes, kanker mata atau kanker kelopak mata justru tidak memberikan gejala sama sekali.

Banyak orang yang menganggap bahwa rasa sakit atau tidak nyaman pada mata bukanlah hal besar dan tidak segera memeriksakan diri ke dokter.

Memeriksakan mata di optik atau membeli obat di apotik memang lebih mudah. Namun, menemui dokter mata dan mendapatkan perawatan yang tepat sangat penting untuk kesehatan mata, karena penanganan yang tidak tepat justru dapat memperparah kondisi mata.

Ophtalmologis adalah dokter spesialis penanganan, perawatan dan juga operasi mata.

Ophtalmologis menyediakan perawatan yang menyeluruh, mulai dari pemeriksaan mata hingga penanganan medis lebih lanjut hingga operasi. Dari pemeriksaan mata, dokter mata dapat memberikan diagnosis dan menangani komplikasi dari berbagai kondisi lain seperti diabetes. Mereka juga dapat memberikan resep untuk kacamata dan lensa kontak.

Idealnya, pemeriksaan mata harus dilakukan setahun sekali. Sekalipun penglihatan terasa baik-baik saja, pemeriksaan mata memiliki kegunaan untuk mendeteksi dini penyakit mata sebelum gejala terjadi. Masalah diabetes, glukoma, dan katarak dapat didiagnosa di tahapan awal melalui pemeriksaan mata.

Apabila penglihatan tiba-tiba berkurang, buram atau kabur, menjadi sensitif terhadap cahaya atau pantulan, atau penglihatan tepi menjadi tidak jelas, Anda harus segera menemui dokter mata. Karena bisa jadi gejala ini bukan merupakan gejala mata ringan yang bisa ditangani dengan kacamata atau lensa kontak, melainkan penyakit mata yang lebih serius seperti katarak, glukoma, atau kondisi kesehatan lain seperti diabetes.

  • Kacamata atau lensa kontak yang sedang dipakai. Pastikan apabila Anda perlu berhenti memakai lensa kontak sebelum janji temu
  • Informasi mengenai kondisi kesehatan atau alergi
  • Informasi mengenai semua obat-obatan atau suplemen lain yang sedang diminum

Untuk mengetahui pemeriksaan mata yang tepat untuk pasien, dokter akan memeriksa kondisi kesehatan dan sejarah penyakit mata di keluarga. Pemeriksaan mata yang tepat dapat mendeteksi tanda-tanda glukoma, diabetes, tekanan darah tinggi dan artritis. Jika dokter menemukan sesuatu yang ganjil, biasanya pasien akan durujuk ke dokter langganan atau spesialis tertentu.

Berikut adalah beberapa tes mata yang dapat dilakukan dokter mata tergantung dengan kondisi pasien:

Tes Ketajaman Mata Visual
Tes ini berfungsi untuk mengukur ketajaman penglihatan. Pasien akan diminta untuk membaca huruf dan angka yang diproyeksikan ke dinding untuk menguji ketajaman penglihatan jarak jauh maupun jarak dekat. Aspek lain penglihatan juga akan diuji, seperti kemampuan untuk melihat secara tiga dimensi dan juga kesehatan penglihatan tepi.

Tes Bidang Visual
Tes ini dilakukan untuk mencari adanya skotoma atau titik buta di penglihatan tepi. Titik buta ini bisa disebabkan oleh penyakit seperti glukoma. Analisa titik buta juga dapat membantu mengidentifikasi  area di mana terjadinya kerusakan otak yang disebabkan oleh stroke atau tumor.

Tes Kebutaan Warna
Tes ini ditujukan untuk mengukur kemampuan mata untuk melihat warna, dan biasanya dilakukan di tahap awal pemeriksaan mata yang menyeluruh. Selain mencari tahu soal kebutaan warna yang disebabkan oleh keturunan, tes ini juga bisa mendeteksi kebutaan warna yang disebabkan oleh kerusakan pada syaraf optik.

Retinoskopi
Tes yang digunakan untuk memperkirakan resep kacamata yang tepat untuk pasien. Lampu ruangan akan diredupkan saat tes berlangsung, dan pasien akan diminta untuk fokus kepada target besar yang ada di kartu snellen. Saat sedang terfokus pada target, cahaya kemudian akan diarahkan ke mata.

Uji Refraksi
Tes ini menentukan seberapa besar kadar hyperopia (rabun jauh), myopia (rabun dekat), astigmata (silinder) dan presbyopia. Hasil tes kemudian digunakan untuk menentukan resep kacamata pasien. Saat tes berlangsung, sebuah phoropter akan ditaruh di depan mata pasien. Dokter akan mengganti-ganti lensa dan bertanya lensa mana yang membantu pasien melihat lebih jelas. Setelah proses ini dilakukan, resep kacamata yang tepat pun bisa ditentukan.

Cover Test
Tes sederhana untuk memeriksa seberapa baik mata pasien dapat berfokus pada suatu objek. Tes ini juga mengecek ke mana arah mata pasien melihat. Pasien akan diminta untuk fokus ke sebuah objek di seberang ruangan. Dokter kemudian akan menutup salah satu mata secara bergantian. Prosedur ini kemudian diulang untuk objek jarak dekat. Dokter kemudian bisa menilai apakah pasien mengalami amblyopia atau “mata malas.”

Tes Pergerakkan Bola Mata
Tes ini dilakukan untuk menguji kemudahan mata untuk bergerak mengikuti objek atau target yang berpindah. Pasien akan diminta untuk duduk diam dan mengikuti pergerakan benda atau cahaya dengan mata. Pasien juga akan diminta untuk menggerakan mata di antara dua target yang diletakkan berjauhan untuk menilai kecepatan mata bergerak (“saccades”). Masalah pada pergerakan mata dapat menyebabkan keletihan pada mata dan mempengaruhi kemampuan membaca dan berolahraga.

Tes Stereopsis (Kedalaman Penglihatan)
Tes ini ditujukan untuk memeriksa kedalaman penglihatan dan kemampuan mata untuk melihat objek secara tiga dimensi. Pasien akan menggunakan kacamata “3D” dan melihat sebuah pola yang terdiri dari empat lingkaran kecil. Kemudian, pasien akan diminta untuk melihat pola mana yang terlihat lebih dekat dibanding yang lain. Jika berhasil, artinya pasien memiliki kedalaman penglihatan yang normal.

Tes Slit Lamp
Slit lamp adalah alat yang digunakan untuk menguji struktur mata. Pasien akan diminta untuk duduk di depan alat slit lamp dan menempelkan dahi dan mata pada bagian depan alat. Kemudian, semua struktur mata terdepan seperti kelopak, kornea, konjungtiva, iris, lensa, dan juga struktur yang ada di belakang seperti retina dan syaraf penglihatan akan diperiksa dengan cara ini. Penyakit mata seperti katarak, degenerasi makula, ulkus kornea dan retinopati diabetik dapat dideteksi oleh tes slit lamp.

Tonometri / Tes Glukoma
Ini adalah tes untuk mendiagnosa glukoma. Pertama-tama, mata pasien akan dibuat kebas dengan obat tetes mata. Tekanan kemudian akan diberikan dengan hembusan udara dengan alat yang disebut dengan tonometer. Tekanan Intraokular (IOP) dikalkulasi berdasarkan resistensi mata pasien terhadap hembusan udara tersebut. Tekanan yang tinggi adalah indikasi pasien mengalami glukoma. Alat lain yang bisa dilakukan untuk mendeteksi glukoma adalah applanation tonometer. Mata akan dibuat kebas dengan obat tetes mata warna kuning, dan jari dokter akan menyentuh bola mata dengan lembut dibarengi dengan tonometer untuk mengukur Tekanan Intraokular (IOP). Tes ini tidak sakit dan hanya makan waktu beberapa detik.

Tes Pembesaran Pupil Mata
Tes ini umum dilakukan untuk memeriksa semua bagian mata dan sangat penting untuk pasien dengan faktor risiko penyakit mata yang tinggi. Saat tes dilakukan, pupil mata pasien akan dilebarkan dengan obat tetes mata sehingga dokter dapat melihat keseluruhan struktur mata. Setelah pupil membesar, dokter akan menggunakan berbagai instrumen untuk melihat ke dalam mata, mengecek penglihatan tepi dan juga kesehatan otot mata. Obat tetes mata yang digunakan akan membuat mata menjadi sensitif terhadap cahaya, sehingga pasien harus menggunakan kacamata hitam setelahnya. Pasien tidak diperbolehkan menyetir beberapa jam setelah tes ini dilakukan karena pandangan akan kabur dan akan banyak pantulan masuk saat obat masih bekerja. Obat ini juga akan membuat mata pasien susah berfokus pada suatu objek untuk beberapa jam ke depan.

Buat Janji Temu
Beli Paket Sekarang


28.08.2018
6 Langkah untuk Hidup Bahagia dengan Jantung Sehat

Kita sering mengabaikan, bahkan melupakan bahwa jantung adalah salah satu organ terpenting di tubuh manusia. Jantung merupakan organ tubuh yang tidak pernah berhenti bekerja keras agar kita tetap hidup. Ia berdetak sekitar 100.000 kali per hari, atau lebih dari 2,5 miliar kali dalam masa hidup rata-rata manusia. Mengetahui fakta ini, sekarang waktunya kita untuk menjadi lebih proaktif dalam menjaga kesehatan dan kebahagiaan jantung agar kinerjanya selalu optimal. Mengingat kesehatan jantung sangat penting, mari mulai menjaga jantung kita dari gangguan atau penyakit apa pun agar kita selalu sehat dan berumur panjang. Menjaga kesehatan jantung untuk menghindari penyakit kardiovaskular sangatlah penting, tetapi jangan jadikan hal itu sebagai satu-satunya alasan Anda.  

Read More
14.09.2018
7 Fakta Penyakit Jantung Koroner (CAD) yang Harus Anda Ketahui

Jenis penyakit jantung yang paling sering ditemui adalah penyakit jantung koroner, atau disebut juga sebagai penyakit arteri koroner, CAD (Coronary Artery Disease), arteriosklerosis koroner, dan aterosklerosis koroner. Berikut adalah 7 Fakta Penyakit Jantung Koroner (CAD) yang Harus Anda Ketahui

Read More
28.08.2018
12 Mitos Tentang Penyakit Jantung yang Sebelumnya Saya Yakini

Saat ini penyakit jantung tetap bertahan sebagai pembunuh nomor satu di banyak negara. Dan masih banyak persepsi yang salah tentang penyakit jantung. Sekarang saatnya kita membuka fakta yang sebenarnya, sebelum terlambat.

Read More
09.10.2018
Vaginitis: Apa yang penting diketahui oleh wanita?

Kesehatan vagina sangat penting dipertahankan oleh setiap wanita demi kondisi tubuh yang prima. Berbagai masalah pada vagina dapat menyebabkan masalah kesuburan, gairah seksual, dan kemampuan untuk orgasme. Lalu juga dapat memengaruhi tingkat stress, kepercayaan diri, dan hubungan dengan pasangan kita.

Read More
10.09.2018
Kista Ovarium

Rahim wanita memiliki dua indung telur (ovarium) yang masing-masing berbentuk dan berukuran sebesar almond. Satu di sisi kanan dan satu di sisi kiri, berfungsi untuk menghasilkan serta melepaskan sel telur matang (ovum) setiap bulan selama masa-masa subur wanita. Fungsi ovarium dapat terganggu akibat adanya perkembangan kista ovarium yang berbentuk kantung kecil berisi cairan dipermukaannya.

Read More
17.12.2018
Ketahui Gejala Miom dan Cara Mengobatinya

Fibroid rahim (atau miom) adalah sel-sel nonkanker yang bertumbuh pada uterus (rahim) dan kerap muncul di masa-masa subur wanita. Fibroid rahim, juga disebut dengan leiomioma atau mioma, tidak berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker rahim. Selain itu, fibroid ini hampir tidak pernah berkembang menjadi kanker.

Read More
06.12.2018
Kanker Kolorektal – Apa yang tidak Anda ketahui?

Mitos dan Realita tentang Kanker Kolorektal?

Read More
27.11.2018
Gejala dan Penanganan Tepat Untuk Glukoma

Glaukoma (sering disebut juga sebagai glukoma) berkaitan dengan kondisi di mana tekanan pada mata berada di atas batas normal (hipertensi okular). Jika tidak diobati atau tidak dikontrol, glaukoma dapat menjadi penyebab utama hilangnya penglihatan tepi (penglihatan perifer) yang dapat berujung pada kebutaan.

Read More
17.10.2018
Yang Perlu Diketahui untuk Mencegah Katarak

Mata kita memiliki beberapa bagian, salah satunya adalah lensa kristal alami mata yang berfungsi membantu kita fokus pada manusia dan objek lain pada jarak tertentu. Sayangnya, seiring dengan bertambahnya usia seseorang, lensa ini sering menegang dan mengeras, akibatnya lensa kehilangan kelenturan dan kemampuannya untuk fokus, sehingga menimbulkan masalah penglihatan.

Read More
11.04.2019
Retinopati Diabetik

Tahukah Anda bahwa retinopati diabetik adalah salah satu penyebab kebutaan dan kehilangan penglihatan?

Read More
17.12.2018
Benarkah ini keluhan maag biasa, atau jangan-jangan batu empedu?

Seringkah dalam keseharian, kita merasakan mual dan sakit di sekitar ulu hati, serta tidak nafsu makan? Sebagian besar mungkin dengan cepat akan mengatakan bahwa itu adalah gejala maag atau penyakit asam lambung lainnya.

Benarkah demikian? Karena seringkali, gejala di atas justru mengindikasikan adanya batu empedu.

Gejala maag dan batu empedu memang sangat mirip, karena keduanya dapat dirasakan di area sekitar ulu hati, yakni lambung dan kantong empedu. Tetapi terkadang memang tidak sesederhana itu, karena gejala batu empedu lebih sering menyerang setelah kita makan. Namun tetap saja banyak masyarakat kita keliru menganggap gejala batu empedu yang menyerangnya sebagai gejala penyakit maag.

Penyakit batu empedu dapat terjadi akibat membatunya cairan yang dihasilkan oleh hati (liver) dan menumpuk di kantung empedu.

Sementara maag merupakan penyakit yang muncul akibat adanya luka atau bakteri (bernama H. Pylori) di lambung, usus halus, dan/atau kerongkongan, sehingga mengganggu pencernaan dan asam lambung.

Bagaimana cara membedakannya? Sebelumnya, mari pahami batu empedu lebih dalam.

Read More
17.12.2018
Perut sakit setelah makan pedas? Kenali gejala asam lambung yang lain

Hobi makan pedas atau makanan yang asam? Seperti sambal atau rujak, tetapi sering merasa menderita akibat sakit atau mulas pada perut dan tenggorokan terasa panas, setelah menikmati makanan favorit tersebut? Bisa jadi rasa tidak nyaman ini adalah salah satu gejala penyakit yang umum dialami, jika kita mengabaikan kesehatan lambung. Dalam dunia medis penyakit ini dikenal dengan nama Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), atau masyarakat umum mengenalnya sebagai penyakit asam lambung.

Read More
06.12.2018
Kanker Kolorektal – Apa yang tidak Anda ketahui?

Mitos dan Realita tentang Kanker Kolorektal?

Read More
06.12.2018
Stroke - Penyebab Utama Kematian Ketiga dan Apa Yang Anda Bisa Lakukan Tentang Ini

Saat sedang berlibur dengan keluarganya di Bogor, Jonathan*, 52 th, mengalami serangan stroke serius namun menolak untuk dibawa ke rumah sakit oleh istrinya hingga terlalu terlambat. Akibatnya, istrinya kerepotan mengurus administrasi rumah sakit, konsultasi dengan dokter, dan membawa suaminya pulang ke rumah dalam keadaan tidak berdaya. Istri Jonathan adalah seorang pengusaha dengan 4 anak yang berusia di bawah 19 tahun dan Ia tidak punya banyak waktu untuk memikirkan efek berkepanjangan dari serangan stroke yang dialami Jonathan. Proses beradaptasi ke gaya hidup yang baru di mana Jonathan harus selalu dilayani baru terasa beratnya saat mereka pulang ke Jakarta. Jonathan harus menghabiskan waktu di rumah sakit selama 1 bulan, dan mengunjungi pusat rehabilitasi secara rutin selama 3 bulan. Ia telah kehilangan kemampuan untuk berbicara, menulis atau bahkan sekedar bergerak untuk menunjukkan apa yang ia butuhkan.

Read More
01.11.2018
Pentingnya Tes Kesehatan

Periksakan kesehatan Anda serta keluarga di Island Hospital dan nikmati anugerah kesehatan yang sempurna.

Di kehidupan yang sibuk di mana kita seringkali berpergian, seringkali kita lupa akan kesehatan.

Read More
29.11.2018
Aces Awards

Kesuksesan dari sebuah kerjasama

Read More