Mengenal Diabetes Melitus Lebih Dekat

By Island Hospital   |   17.12.2018

Diabetes melitus merupakan jenis diabetes yang paling dikenal oleh masyarakat umum, yakni penyakit dimana penyebaran gula (glukosa) darah menjadi tidak terkendali, sehingga dapat mengganggu fungsi berbagai organ tubuh serta proses pengeluaran urin. Penyakit ini menjadi salah satu penyebab terbesar dari berbagai penyakit berbahaya, seperti serangan jantung, stroke, gagal ginjal, kebutaan, dan sebagainya.

Lalu apa saja penyebab diabetes melitus, dan apa yang perlu dilakukan untuk menghindari penyakit ini? Mari kita gali lebih dalam.

 

Merupakan salah satu penyakit tertua di dunia. Berasal dari istilah Yunani, diabetes berarti pancuran berlebihan, dan melitus berarti dioleskan madu atau gula. Singkatnya, diabetes melitus adalah keluarnya air seni yang mengandung glukosa tinggi dan dengan jumlah besar.

Diabetes melitus disebabkan oleh adanya ketidakseimbangan penyebaran gula darah di dalam tubuh, sehingga merusak fungsi berbagai organ. Jenis ini ditandai dengan keluarnya urin yang mengandung glukosa tinggi, itulah kenapa diabetes melitus sering dikenal dengan sebutan “kencing manis”.

Kondisi diabetes melitus berkaitan erat dengan sistem pengaturan kadar glukosa dalam tubuh. Pada tubuh yang normal, kadar glukosa akan selalu terkendali pada angka 70-110 mg/dl, karena kelenjar pankreas sanggup memproduksi hormon insulin secara optimal.

Gula darah kita berasal dari makanan yang selanjutnya diolah secara kimiawi oleh hati (liver). Sebagian glukosa akan disimpan dan sebagian lagi digunakan sebagai energi. Saat proses penyerapan makanan di dalam usus, kadar gula darah akan meningkat sesuai dengan kandungan glukosa dari makanan yang dikonsumsi. Hormon pankreas akan mendeteksi kenaikan gula darah, dan akan secara otomatis memproduksi kebutuhan hormon insulin.

Hormon insulin inilah yang bekerja mendistribusikan glukosa ke berbagai macam sel tubuh (terutama sel otot) untuk dikonversi menjadi energi, sehingga tubuh dapat melakukan berbagai aktivitas yang membutuhkan tenaga. Jika ada sisa glukosa, maka sel otot akan menyimpannya sebagai cadangan energi (glikogen), atau mengubahnya menjadi lemak dan protein.

Hormon insulin dapat menurunkan kadar gula darah secara alami dengan cara:

  • Meningkatkan kadar glukosa yang disimpan di dalam liver.
  • Merangsang sel-sel tubuh agar menyerap glukosa.
  • Mencegah liver agar tidak membuang glukosa terlalu banyak.

Inilah sebabnya hormon insulin sangat penting untuk mencegah penyakit diabetes melitus, karena ia berfungsi sebagai penyeimbang alami terhadap kadar glukosa dalam darah. Jika terjadi gangguan produksi (sekresi) hormon insulin atau jika proses penyerapan hormon insulin pada sel-sel darah terganggu, maka jumlah glukosa akan terus meningkat secara tidak terkendali. Kondisi tersebutlah yang menyebabkan terjadinya diabetes melitus.

(IMAGE)

Pankreas, yang bertugas memproduksi insulin untuk didistribusikan ke seluruh tubuh melalui penyebaran sel darah.

Tipe diabetes melitus yang paling umum adalah diabetes melitus tipe 1 dan diabetes melitus tipe 2.

Diabetes Melitus Tipe 1

Diabetes melitus tipe 1 disebabkan oleh kurangnya hormon insulin sebagai penyeimbang glukosa saat makanan diserap oleh tubuh. Penyebab utamanya tidak lain adalah malfungsi dari kelenjar pankreas.

Diabetes Melitus Tipe 2

Berbeda dengan diabetes melitus tipe 1, gangguan yang terjadi pada kondisi tipe ini justru pada kuantitas penerima/reseptor hormon insulin, yakni sel-sel darah yang terdapat pada liver dan otot.

Pada kondisi ini, biasanya produktivitas hormon insulin justru baik, tapi tidak didukung oleh kuantitas reseptor yang cukup, sehingga liver dan otot kita tidak bisa merespon insulin dengan benar. Akibatnya, terjadi kelebihan glukosa dan menyebabkan diabetes melitus. Kondisi ini disebut juga dengan resistensi insulin.

Walau penyebab utama resistensi insulin belum dapat dipastikan, kita tetap dapat mencegah perkembangan kondisi ini dengan menyadari faktor risikonya, kemudian melakukan perubahan gaya hidup.

Dibawah Ini Terdapat Beberapa Faktor Risiko Terjadinya Diabetes Melitus Tipe 2:

  • Obesitas, terutama yang memiliki bentuk perut buncit/berbentuk seperti apel.
  • Memiliki pola makan yang tinggi lemak dan karbohidrat.
  • Kurangnya aktivitas fisik.
  • Memiliki riwayat penyakit diabetes dalam keluarga.

Pendeteksian dini melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala adalah kuncinya, tanpa harus menunggu sebuah gejala timbul. Karena dengan mendeteksi sedini mungkin, kita dapat mengendalikan diabetes melitus dengan sebaik-baiknya. Dan apabila kita sampai terlambat dengan membiarkan keberadaan kondisi ini, maka penyakit ini akan mendorong terjadinya penumpukan asam keton/sisa pembakaran lemak yang dapat meracuni tubuh (ketoasidosis), atau kekurangan kadar gula dalam darah (hipoglikemia) dan berujung pada komplikasi yang lebih fatal.

Segera hubungi dokter kami untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, atau jika sudah merasa mempunyai risiko ataupun gejala diabetes.

 

 
Buat Janji Temu
Beli Paket Sekarang
 
 


28.08.2018
12 Mitos Tentang Penyakit Jantung yang Sebelumnya Saya Yakini

Saat ini penyakit jantung tetap bertahan sebagai pembunuh nomor satu di banyak negara. Dan masih banyak persepsi yang salah tentang penyakit jantung. Sekarang saatnya kita membuka fakta yang sebenarnya, sebelum terlambat.

Read More
14.09.2018
7 Fakta Penyakit Jantung Koroner (CAD) yang Harus Anda Ketahui

Jenis penyakit jantung yang paling sering ditemui adalah penyakit jantung koroner, atau disebut juga sebagai penyakit arteri koroner, CAD (Coronary Artery Disease), arteriosklerosis koroner, dan aterosklerosis koroner. Berikut adalah 7 Fakta Penyakit Jantung Koroner (CAD) yang Harus Anda Ketahui

Read More
28.08.2018
6 Langkah untuk Hidup Bahagia dengan Jantung Sehat

Kita sering mengabaikan, bahkan melupakan bahwa jantung adalah salah satu organ terpenting di tubuh manusia. Jantung merupakan organ tubuh yang tidak pernah berhenti bekerja keras agar kita tetap hidup. Ia berdetak sekitar 100.000 kali per hari, atau lebih dari 2,5 miliar kali dalam masa hidup rata-rata manusia. Mengetahui fakta ini, sekarang waktunya kita untuk menjadi lebih proaktif dalam menjaga kesehatan dan kebahagiaan jantung agar kinerjanya selalu optimal. Mengingat kesehatan jantung sangat penting, mari mulai menjaga jantung kita dari gangguan atau penyakit apa pun agar kita selalu sehat dan berumur panjang. Menjaga kesehatan jantung untuk menghindari penyakit kardiovaskular sangatlah penting, tetapi jangan jadikan hal itu sebagai satu-satunya alasan Anda.  

Read More
09.10.2018
Vaginitis: Apa yang penting diketahui oleh wanita?

Kesehatan vagina sangat penting dipertahankan oleh setiap wanita demi kondisi tubuh yang prima. Berbagai masalah pada vagina dapat menyebabkan masalah kesuburan, gairah seksual, dan kemampuan untuk orgasme. Lalu juga dapat memengaruhi tingkat stress, kepercayaan diri, dan hubungan dengan pasangan kita.

Read More
10.09.2018
Kista Ovarium

Rahim wanita memiliki dua indung telur (ovarium) yang masing-masing berbentuk dan berukuran sebesar almond. Satu di sisi kanan dan satu di sisi kiri, berfungsi untuk menghasilkan serta melepaskan sel telur matang (ovum) setiap bulan selama masa-masa subur wanita. Fungsi ovarium dapat terganggu akibat adanya perkembangan kista ovarium yang berbentuk kantung kecil berisi cairan dipermukaannya.

Read More
17.12.2018
Ketahui Gejala Miom dan Cara Mengobatinya

Fibroid rahim (atau miom) adalah sel-sel nonkanker yang bertumbuh pada uterus (rahim) dan kerap muncul di masa-masa subur wanita. Fibroid rahim, juga disebut dengan leiomioma atau mioma, tidak berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker rahim. Selain itu, fibroid ini hampir tidak pernah berkembang menjadi kanker.

Read More
06.12.2018
Kanker Kolorektal – Apa yang tidak Anda ketahui?

Mitos dan Realita tentang Kanker Kolorektal?

Read More
27.11.2018
Gejala dan Penanganan Tepat Untuk Glukoma

Glaukoma (sering disebut juga sebagai glukoma) berkaitan dengan kondisi di mana tekanan pada mata berada di atas batas normal (hipertensi okular). Jika tidak diobati atau tidak dikontrol, glaukoma dapat menjadi penyebab utama hilangnya penglihatan tepi (penglihatan perifer) yang dapat berujung pada kebutaan.

Read More
17.10.2018
Yang Perlu Diketahui untuk Mencegah Katarak

Mata kita memiliki beberapa bagian, salah satunya adalah lensa kristal alami mata yang berfungsi membantu kita fokus pada manusia dan objek lain pada jarak tertentu. Sayangnya, seiring dengan bertambahnya usia seseorang, lensa ini sering menegang dan mengeras, akibatnya lensa kehilangan kelenturan dan kemampuannya untuk fokus, sehingga menimbulkan masalah penglihatan.

Read More
11.04.2019
Retinopati Diabetik

Tahukah Anda bahwa retinopati diabetik adalah salah satu penyebab kebutaan dan kehilangan penglihatan?

Read More
17.12.2018
Benarkah ini keluhan maag biasa, atau jangan-jangan batu empedu?

Seringkah dalam keseharian, kita merasakan mual dan sakit di sekitar ulu hati, serta tidak nafsu makan? Sebagian besar mungkin dengan cepat akan mengatakan bahwa itu adalah gejala maag atau penyakit asam lambung lainnya.

Benarkah demikian? Karena seringkali, gejala di atas justru mengindikasikan adanya batu empedu.

Gejala maag dan batu empedu memang sangat mirip, karena keduanya dapat dirasakan di area sekitar ulu hati, yakni lambung dan kantong empedu. Tetapi terkadang memang tidak sesederhana itu, karena gejala batu empedu lebih sering menyerang setelah kita makan. Namun tetap saja banyak masyarakat kita keliru menganggap gejala batu empedu yang menyerangnya sebagai gejala penyakit maag. (this is the part where we elaborate them)

Penyakit batu empedu dapat terjadi akibat membatunya cairan yang dihasilkan oleh hati (liver) dan menumpuk di kantung empedu.

Sementara maag merupakan penyakit yang muncul akibat adanya luka atau bakteri (bernama H. Pylori) di lambung, usus halus, dan/atau kerongkongan, sehingga mengganggu pencernaan dan asam lambung.

Bagaimana cara membedakannya? Sebelumnya, mari pahami batu empedu lebih dalam.

Read More
17.12.2018
Perut sakit setelah makan pedas? Kenali gejala asam lambung yang lain

Hobi makan pedas atau makanan yang asam? Seperti sambal atau rujak, tetapi sering merasa menderita akibat sakit atau mulas pada perut dan tenggorokan terasa panas, setelah menikmati makanan favorit tersebut? Bisa jadi rasa tidak nyaman ini adalah salah satu gejala penyakit yang umum dialami, jika kita mengabaikan kesehatan lambung. Dalam dunia medis penyakit ini dikenal dengan nama Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), atau masyarakat umum mengenalnya sebagai penyakit asam lambung.

Read More
06.12.2018
Kanker Kolorektal – Apa yang tidak Anda ketahui?

Mitos dan Realita tentang Kanker Kolorektal?

Read More
06.12.2018
Stroke - Penyebab Utama Kematian Ketiga dan Apa Yang Anda Bisa Lakukan Tentang Ini

Saat sedang berlibur dengan keluarganya di Bogor, Jonathan*, 52 th, mengalami serangan stroke serius namun menolak untuk dibawa ke rumah sakit oleh istrinya hingga terlalu terlambat. Akibatnya, istrinya kerepotan mengurus administrasi rumah sakit, konsultasi dengan dokter, dan membawa suaminya pulang ke rumah dalam keadaan tidak berdaya. Istri Jonathan adalah seorang pengusaha dengan 4 anak yang berusia di bawah 19 tahun dan Ia tidak punya banyak waktu untuk memikirkan efek berkepanjangan dari serangan stroke yang dialami Jonathan. Proses beradaptasi ke gaya hidup yang baru di mana Jonathan harus selalu dilayani baru terasa beratnya saat mereka pulang ke Jakarta. Jonathan harus menghabiskan waktu di rumah sakit selama 1 bulan, dan mengunjungi pusat rehabilitasi secara rutin selama 3 bulan. Ia telah kehilangan kemampuan untuk berbicara, menulis atau bahkan sekedar bergerak untuk menunjukkan apa yang ia butuhkan.

Read More
01.11.2018
Pentingnya Tes Kesehatan

Periksakan kesehatan Anda serta keluarga di Island Hospital dan nikmati anugerah kesehatan yang sempurna.

Di kehidupan yang sibuk di mana kita seringkali berpergian, seringkali kita lupa akan kesehatan.

Read More
29.11.2018
Aces Awards

Kesuksesan dari sebuah kerjasama

Read More