Retinopati Diabetik

By Island Hospital   |   11.04.2019

Tahukah Anda bahwa retinopati diabetik adalah salah satu penyebab kebutaan dan kehilangan penglihatan?

Sudah umum diketahui bahwa diabetes adalah penyakit yang berbahaya dan dapat mengancam nyawa. Namun, masih banyak yang belum tahu akan kondisi hilangnya penglihatan yang disebabkan oleh diabetes, yaitu retinopati diabetik. Kabar baiknya adalah, komplikasi ini dapat ditangani dan penanganan yang terbaik dimulai dari diagnosa dini oleh dokter spesialis mata Anda. Salah satu cara paling efektif untuk melindungi penglihatan Anda adalah dengan mengetahui apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara menangani retinopati diabetik.

Retinopati diabetik adalah salah satu penyebab hilangnya penglihatan di seluruh dunia dan salah satu alasan utama penglihatan terganggu pada pasien dengan rentang usia 25 hingga 74 tahun.

Retinopati diabetik adalah komplikasi mata yang umum terjadi pada penderita diabetes. Retinopati diabetik merupakan kondisi di mana terjadi perubahan pada pembuluh darah yang ada di retina. Retina adalah jaringan tipis yang ada di belakang dan dalam mata dan terletak di dekat saraf optik. Jaringan ini peka terhadap cahaya dan dapat mengirim gambar ke otak untuk pengenalan visual. Pembuluh darah menjadi tidak normal ketika ada peningkatan glukosa di dalam darah dan dapat membahayakan pembuluh darah. Ketika pembuluh darah menebal, ada resiko terjadi kebocoran yang dapat berujung kepada hilangnya penglihatan. Pembuluh darah baru juga dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut. Banyak di antara penderita diabetes yang mengalami retinopati diabetik.

CONTENT-ARTICLE_EN_DIABETIC-RETINOPATHY

 Retina adalah selapis tipis sel yang terletak pada bagian belakang bola mata. Ketika cahaya masuk ke dalam mata, cahaya akan melewati iris menuju retina. Cahaya kemudian diubah menjadi gambar yang kemudian dikirimkan ke otak sebagai sinyal yang menjadi penglihatan.

Ada empat tahapan retinopati diabetik, mulai dari ringan hingga parah. Pada tahapan awal retinopati diabetik, memudarnya penglihatan ini biasanya tidak terdeteksi. Pada tahapan akhir barulah kehilangan penglihatan terjadi, pada saat kerusakan mungkin sudah tidak dapat ditangani lagi.

  • Tahap 1: Retinopati non-proliferatif ringan
    Pada tahapan ini, pembuluh darah kecil mulai membengkak di retina. Bocoran kecil pun dapat mulai terjadi.
  • Tahap 2: Retinopati non-proliferatif sedang
    Pembuluh darah yang ada di retina mulai tersumbat. Pembuluh darah yang bocor mulai semakin mungkin terjadi.
  • Tahap 3: Non-proliferatif retinopati akut
    Banyak pembuluh darah yang tersumbat sehingga retina tidak mendapatkan nutrisi. Tanpa aliran darah yang cukup, retina tidak dapat mengganti pembuluh darah yang sudah rusak. Tubuh pun akan diberi sinyal untuk memproduksi pembuluh darah baru.
  • Tahap 4: Retinopati proliferatif
    Pada tahapan ini, hilangnya penglihatan dapat terjadi dengan cepat. Pada tahapan ini, pembuluh darah baru yang rapuh dan abnormal akan tumbuh di dalam retina dan menyebabkan penglihatan menjadi buram atau bahkan hilang seutuhnya.

Pada tahapan lanjut, retinopati diabetik juga dapat meningkatkan resiko untuk terkena penyakit mata lainnya seperti lepasnya retina yang akan membutuhkan operasi atau juga glaukoma.

Siapapun yang menderita diabetes memiliki risiko untuk terkena retinopati diabetik, meski tidak semuanya. Dalam tahapan awal diabetes, kehilangan penglihatan mungkin tidak terasa. Namun ketika penderita sadar bahwa penglihatan mereka mulai memudar, artinya penglihatan mereka sudah rusak karena retinopati diabetik.

Risiko terkena retinopati diabetik dapat meningkat karena:

  • Durasi diabetes - semakin lama seseorang menderita diabetes, semakin tinggi risiko terkena retinopati diabetik
  • Gula darah yang tidak terkontrol
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolestrol yang tinggi
  • Kehamilan
  • Merokok

Penyakit mata diabetik adalah salah satu penyebab utama kebutaan atau hilangnya penglihatan. Karena risiko yang tinggi, semua penderita diabetes umur 30 ke atas wajib melakukan pemeriksaan mata sekali setiap tahunnya. Bagi mereka yang berusia di bawah 30, pemeriksaan mata setahun sekali disarankan apabila penderita sudah terkena diabetes selama 5 tahun.

Jangan tunggu sampai gejala datang! Apabila tidak ditangani, retinopati diabetik dapat merusak retina. Gejalanya tidak terasa di tahapan awal, namun ketika gejala muncul, bisa jadi sudah terlambat untuk menyelamatkan penglihatan. Berikut adalah gejala retinopati diabetik dalam tahapan yang sudah parah:

  • Bercak atau untaian hitam pada penglihatan
  • Penglihatan buram
  • Penglihatan yang berfluktuasi
  • Area yang kosong dan gelap pada penglihatan
  • Kehilangan penglihatan

Dokter mata akan memeriksa adanya retinopati diabetik dalam pemeriksaan mata. Cara terbaik untuk mendiagnosa retinopati diabetik adalah pemeriksaan mata yang melibatkan pembesaran pupil. Dokter mata akan meneteskan cairan mata untuk melihat apakah pupil mata terbuka lebar untuk melihat lebih jelas isu yang mungkin ada, terutama isu yang berkaitan dengan retina.

Dokter mata Anda akan mencari gejala seperti:

  • Pembengkakan pada retina yang dapat mengancam penglihatan (diabetic macular edema)
  • Adanya sirkulasi darah yang buruk di pembuluh mata yang ada di retina (retinal ischemia)
  • Adanya pembuluh darah di mata yang abnormal dan meningkatkan risiko terbentuknya pembuluh darah yang baru
  • Pembuluh darah baru atau jaringan bekas luka pada permukaan retina (retinopati diabetik proliferatif)

Pemeriksaan mata secara berkala oleh dokter mata sangat penting terutama bagi mereka yang memiliki risiko tinggi terkena retinopati diabetik atau penderita diabetes. Apabila Anda berusia lebih dari 50 tahun, periksakan kesehatan mata setiap setahun atau dua tahun sekali sehingga dokter dapat mendeteksi dini adanya penyakit mata yang disebabkan oleh diabetes atau retinopati diabetik sebelum kehilangan penglihatan terjadi. Selain memeriksa adanya penyakit mata yang disebabkan oleh diabetes, pemeriksaan mata yang komprehensif juga dapat mendeteksi glaukoma, katarak, dan penyakit mata lainnya.

Perawatan seperti fotokoagulasi laser atau vitrektomi dapat mencegah kebutaan pada banyak orang. Semakin dini retinopati diabetik didiagnosa, semakin besar kemungkinan penanganan akan berhasil. Hasil yang terbaik datang ketika penglihatan masih normal.

Dalam pemeriksaan mata yang komprehensif, spesialis mata Anda akan melihat retina melalui pupil mata yang melebar untuk mencari tanda-tanda kebocoran pembuluh darah. Semua permasalahan ini ada bahkan sebelum gejala muncul. Deteksi dan penanganan dini penting untuk mencegah kebutaan.

Pasien dengan retinopati diabetik non-proliferatif mungkin tidak butuh penanganan, namun harus terus dipantau oleh dokter spesialis mata.

Pasien dengan retinopati diabetik proliferatif biasanya akan ditawari penanganan lanjutan. Sekalipun kerusakan mungkin sudah tidak bisa disembuhkan, namun penanganan yang tepat dapat mencegah penyakit menjadi semakin parah. Jika dokter menemukan adanya pembuluh darah baru yang tumbuh di dalam retina (neovascularization) atau ada edema makular, penanganan harus segera dilakukan.

  • Operasi laser mata atau photocoagulation. Dokter akan membuat titik-titik di sekitar retina dengan laser. Titik ini akan menutup bocoran pada pembuluh darah dan mencegah pertumbuhan pembuluh darah atau kebocoran lebih lanjut. Dalam scatter photocoagulation (atau panretinal photocoagulation), spesialis mata Anda akan membuat ratusan titik-titik berpola pada dua kali operasi atau lebih. Scatter coagulation mengurangi risiko kebutaan yang disebabkan oleh pendarahan atau lepasnya retina, namun hanya berfungsi apabila pendarahan atau lepasnya retina belum sampai tahap akut. Penanganan ini juga dilakukan untuk penderita glaukoma. Efek samping operasi cenderung tidak terlalu mengganggu.
  • Focal laser photocoagulation Dokter spesialis mata akan mengarahkan laser tepat ke pembuluh darah yang bocor di dalam makula. Prosedur ini memang tidak sepenuhnya mengobati penglihatan yang buram karena edema makular, namun tetap mencegahnya agar tidak menjadi lebih parah. Operasi ini tidak dapat menolong lagi ketika retina terlepas atau darah sudah merembes ke dalam mata.
  • Scatter laser atau panretinal photocoagulation menangani area besar di dalam retina. Penanganan ini dapat mengecilkan pembuluh darah yang abnormal. Ketika prosedur dilakukan dan ternyata pendarahan akut ditemukan di dalam mata (vitreous haemorrhage), penanganan ini tidak lagi bisa dilakukan.
  • Vitrectomy adalah prosedur operasi yang dilakukan untuk membersihkan pendarahan di dalam mata. Prosedur ini harus dilakukan oleh seorang ahli bedah vitreo-retinal yang andal.

Pada penyakit mata yang disebabkan oleh diabetes, pembuluh darah abnormal dapat pecah, berdarah atau mengeluarkan cairan. Jika tidak segera ditangani, pembuluh darah yang rusak ini dapat menyebabkan hilangnya penglihatan secara cepat. Cara yang paling efektif dalam menangani ini adalah dengan penyuntikan obat seperti Avastin (bevacizumab), Accentrix (ranibizumab), Eylea (aflibercept) or Ozurdex (dexamethasone implant). Semua obat ini langsung disuntikkan langsung ke mata.

Pasien diabetes sering menanyakan, “Apakah ada hal yang bisa Saya lakukan untuk menghindari mengidap penyakit diabetic retinopathy atau untuk mencegah atau menangani penglihatan yang berkurang disaat itu terjadi?”

Anda tidak bisa selalu mencegah diabetic retinopathy. Namun, pemeriksaan mata, pengecekan gula darah dan tekanan darah secara berkala, dan penanganan lebih awal untuk masalah penglihatan dapat membantu mencegah kehilangan penglihatan yang parah.

Jika Anda memiliki diabetes, kurangi resiko yang dapat menyebabkan diabetic retinopathy dengan melakukan:

  • Atur diabetes Anda. Jadikan pola makan yang sehat dan aktivitas fisik sebagai salah satu rutinitas tiap hari. Coba untuk melakukan, setidaknya 150 menit aktivitas aerobik yang sederhana, seperti berjalan, setiap minggu. Minum obat diabetes atau insulin sesuai petunjuk.
  • Amati level gula darah Anda. Lebih baik Anda mengecek dan mencatat level gula darah beberapa kali dalam sehari - pengukuran yang lebih sering mungkin diperlukan jika Anda sedang sakit atau di bawah tekanan stres. Tanyakan kepada dokter Anda seberapa sering Anda harus menguji gula darah Anda.
  • Tanyakan kepada dokter Anda tentang tes glycosylated hemoglobin. Tes glycosylated hemoglobin, atau tes hemoglobin A1C, yang mencerminkan kadar gula darah rata-rata Anda selama periode dua hingga tiga bulan sebelum tes.
  • Konsumsi makanan yang sehat, berolahraga secara rutin dan menjaga berat badan Anda dapat membantu mengendalikan tekanan darah dan kolesterol Anda.
  • Jika Anda merokok atau konsumsi tembakau jenis lain, disarankan untuk berhenti. Merokok meningkatkan risiko berbagai komplikasi diabetes, termasuk diabetic retinopathy.
  • Perhatikan perubahan pada penglihatan Anda. Segera hubungi dokter mata segera jika Anda mengalami perubahan penglihatan mendadak atau penglihatan yang menjadi buram, kabur atau tidak jelas.

Perlu diingat bahwa diabetes tidak selalu menyebabkan hilangnya penglihatan. Mengambil peran aktif untuk mengatur diabetes dapat membantu mencegah komplikasi.

Jika Anda menderita retinopathy, dokter mata di Island Hospital akan tahu kapan dan bagaimana cara mengobati kerusakan mata Anda.

Orang yang menderita diabetes memiliki persentase kemungkinan menderita glaukoma sebesar 40% dibanding orang tanpa diabetes. Semakin lama seseorang menderita diabetes, semakin banyak glaukoma. Risiko juga meningkat seiring bertambahnya usia.

Banyak orang tanpa diabetes menderita katarak, tetapi orang dengan diabetes memiliki persentase sebesar 60% untuk lebih mungkin menderita kondisi mata ini. Orang dengan diabetes juga cenderung menderita katarak pada usia yang lebih muda dan membuatnya berkembang lebih cepat. Diabetic retinopathy adalah istilah umum untuk semua gangguan retina yang disebabkan oleh diabetes.

Mengendalikan diabetes Anda dengan cermat adalah cara terbaik untuk mencegah hilangnya penglihatan. Jika Anda menderita diabetes, temui dokter mata Anda untuk pemeriksaan mata tahunan dengan dilatasi - walaupun jika penglihatan Anda tampak baik-baik saja. Kehamilan dapat memperburuk diabetic retinopathy, maka jika Anda hamil, dokter mata dapat merekomendasikan pemeriksaan mata tambahan selama kehamilan Anda.

Jika Anda memiliki faktor risiko atau sedang mengalami salah satu gejala umum diabetic retinopathy, segera temui dokter mata. Dokter mata dapat memeriksa mata dan menentukan apakah Anda berisiko untuk menderita diabetic retinopathy menggunakan salah satu dari enam tes diagnostik:

  • Visual acuity test adalah pemeriksaan mata yang memeriksa seberapa baik Anda melihat rincian huruf atau simbol dari jarak tertentu.
  • Dilated eye exam Selama pemeriksaan, setiap mata diperiksa secara menyeluruh untuk mengetahui tanda-tanda masalah penglihatan umum dan penyakit mata, namun banyak di antaranya tidak memiliki tanda-tanda peringatan dini.
  • Tonometry adalah tes untuk mengukur tekanan di dalam mata Anda.
  • Optical coherence tomography (OCT) adalah teknologi non-invasif bagi dokter mata Anda melihat setiap lapisan khas retina untuk memetakan dan mengukur ketebalannya.
  • Fundus photography adalah mikroskop khusus berdaya rendah dengan kamera untuk memotret permukaan bagian dalam mata, termasuk retina, pembuluh darah retina, cakram optik, makula, dan kutub posterior.
  • Fluorescein angiogram adalah ketika dokter mata menggunakan kamera khusus untuk mengambil gambar retina Anda. Foto-foto ini membantu dokter mata Anda melihat pembuluh darah dan struktur lain di belakang mata dengan lebih baik.

Kebutaan yang disebabkan oleh retinopati diabetik tidak dapat diobati, namun deteksi dini dapat mencegah terjadinya kebutaan. Penanganan dini juga biasanya sukses dalam mencegah hilangnya penglihatan.

Pasien diabetes harus memeriksakan mata secara berkala, terutama kepada spesialis retina. Berapa kali pemeriksaan akan ditentukan dari tingkat parahnya penyakit. Melalui deteksi dini, dokter spesialis mata dapat memulai penanganan yang dapat mencegah kebutaan pada pasien dan menjaga agar mereka tetap dapat beraktivitas seperti biasa.

Island Hospital berkomitmen untuk menyediakan perawatan yang terkini, cermat, nyaman dan profesional. Kami memberikan perawatan kelas dunia, yang dilakukan dengan ahli dan penuh kasih. Kenali lebih lanjut mengenai teknologi pengobatan dan perawatan mata kami.

Jangan Kompromikan Masalah Pada Penglihatan - Buat Janji Temu Sekarang

Buat Janji Temu
Beli Paket Sekarang


28.08.2018
6 Langkah untuk Hidup Bahagia dengan Jantung Sehat

Kita sering mengabaikan, bahkan melupakan bahwa jantung adalah salah satu organ terpenting di tubuh manusia. Jantung merupakan organ tubuh yang tidak pernah berhenti bekerja keras agar kita tetap hidup. Ia berdetak sekitar 100.000 kali per hari, atau lebih dari 2,5 miliar kali dalam masa hidup rata-rata manusia. Mengetahui fakta ini, sekarang waktunya kita untuk menjadi lebih proaktif dalam menjaga kesehatan dan kebahagiaan jantung agar kinerjanya selalu optimal. Mengingat kesehatan jantung sangat penting, mari mulai menjaga jantung kita dari gangguan atau penyakit apa pun agar kita selalu sehat dan berumur panjang. Menjaga kesehatan jantung untuk menghindari penyakit kardiovaskular sangatlah penting, tetapi jangan jadikan hal itu sebagai satu-satunya alasan Anda.  

Read More
14.09.2018
7 Fakta Penyakit Jantung Koroner (CAD) yang Harus Anda Ketahui

Jenis penyakit jantung yang paling sering ditemui adalah penyakit jantung koroner, atau disebut juga sebagai penyakit arteri koroner, CAD (Coronary Artery Disease), arteriosklerosis koroner, dan aterosklerosis koroner. Berikut adalah 7 Fakta Penyakit Jantung Koroner (CAD) yang Harus Anda Ketahui

Read More
28.08.2018
12 Mitos Tentang Penyakit Jantung yang Sebelumnya Saya Yakini

Saat ini penyakit jantung tetap bertahan sebagai pembunuh nomor satu di banyak negara. Dan masih banyak persepsi yang salah tentang penyakit jantung. Sekarang saatnya kita membuka fakta yang sebenarnya, sebelum terlambat.

Read More
09.10.2018
Vaginitis: Apa yang penting diketahui oleh wanita?

Kesehatan vagina sangat penting dipertahankan oleh setiap wanita demi kondisi tubuh yang prima. Berbagai masalah pada vagina dapat menyebabkan masalah kesuburan, gairah seksual, dan kemampuan untuk orgasme. Lalu juga dapat memengaruhi tingkat stress, kepercayaan diri, dan hubungan dengan pasangan kita.

Read More
10.09.2018
Kista Ovarium

Rahim wanita memiliki dua indung telur (ovarium) yang masing-masing berbentuk dan berukuran sebesar almond. Satu di sisi kanan dan satu di sisi kiri, berfungsi untuk menghasilkan serta melepaskan sel telur matang (ovum) setiap bulan selama masa-masa subur wanita. Fungsi ovarium dapat terganggu akibat adanya perkembangan kista ovarium yang berbentuk kantung kecil berisi cairan dipermukaannya.

Read More
17.12.2018
Ketahui Gejala Miom dan Cara Mengobatinya

Fibroid rahim (atau miom) adalah sel-sel nonkanker yang bertumbuh pada uterus (rahim) dan kerap muncul di masa-masa subur wanita. Fibroid rahim, juga disebut dengan leiomioma atau mioma, tidak berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker rahim. Selain itu, fibroid ini hampir tidak pernah berkembang menjadi kanker.

Read More
09.10.2019
Telapak Tangan Saya Berkeringat Terlalu Banyak

Pernah ada di situasi di mana tangan mulai berkeringat? Mungkin saat sedang menunggu hasil tes kesehatan? Dokter mungkin akan menjabat tangan dan berharap Anda tidak baru saja kembali dari kamar mandi karena telapak tangan Anda basah seperti spons yang terendam air. Apa yang terjadi di sini?

Read More
06.12.2018
Kanker Kolorektal – Apa yang tidak Anda ketahui?

Mitos dan Realita tentang Kanker Kolorektal?

Read More
10.10.2019
Yang Perlu Anda Ketahui Tentang 9 Jenis Kanker Yang Paling Umum Beserta Gejalanya

Sebagian besar orang punya teman atau keluarga yang mengidap kanker. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja -- tua muda, kaya miskin, pria wanita dan bahkan anak-anak. Tak hanya itu, kanker juga memberikan beban yang sangat berat kepada pasien, keluarga dan masyarakat. Kanker adalah salah satu penyebab kematian terbesar di dunia.

Read More
11.10.2019
Kenali Gejala Umum Penyakit Urologi

Apakah Anda sedang lebih sering ke kamar kecil daripada biasanya? Apakah Anda merasakan nyeri saat buang air kecil dan melihat bercak darah di urin? Jika jawabannya ya, Anda mungkin mengidap penyakit urologi.

Read More
27.11.2018
Gejala dan Penanganan Tepat Untuk Glukoma

Glaukoma (sering disebut juga sebagai glukoma) berkaitan dengan kondisi di mana tekanan pada mata berada di atas batas normal (hipertensi okular). Jika tidak diobati atau tidak dikontrol, glaukoma dapat menjadi penyebab utama hilangnya penglihatan tepi (penglihatan perifer) yang dapat berujung pada kebutaan.

Read More
17.10.2018
Yang Perlu Diketahui untuk Mencegah Katarak

Mata kita memiliki beberapa bagian, salah satunya adalah lensa kristal alami mata yang berfungsi membantu kita fokus pada manusia dan objek lain pada jarak tertentu. Sayangnya, seiring dengan bertambahnya usia seseorang, lensa ini sering menegang dan mengeras, akibatnya lensa kehilangan kelenturan dan kemampuannya untuk fokus, sehingga menimbulkan masalah penglihatan.

Read More
19.07.2019
Memilih Dokter Mata yang Tepat Sesuai Kondisi Anda

Anda mengalami ketidaknyamanan di sekitar mata. Baik unilateral ataupun bilateral. Artinya, ketidaknyamanan bisa terjadi di mata kanan, mata kiri, atau keduanya. Anda tidak tahu mata mana yang lebih sakit, dan lebih sulit lagi untuk mengetahui penyebab ketidaknyamanan pada mata.

Read More
17.12.2018
Benarkah ini keluhan maag biasa, atau jangan-jangan batu empedu?

Seringkah dalam keseharian, kita merasakan mual dan sakit di sekitar ulu hati, serta tidak nafsu makan? Sebagian besar mungkin dengan cepat akan mengatakan bahwa itu adalah gejala maag atau penyakit asam lambung lainnya.

Benarkah demikian? Karena seringkali, gejala di atas justru mengindikasikan adanya batu empedu.

Gejala maag dan batu empedu memang sangat mirip, karena keduanya dapat dirasakan di area sekitar ulu hati, yakni lambung dan kantong empedu. Tetapi terkadang memang tidak sesederhana itu, karena gejala batu empedu lebih sering menyerang setelah kita makan. Namun tetap saja banyak masyarakat kita keliru menganggap gejala batu empedu yang menyerangnya sebagai gejala penyakit maag.

Penyakit batu empedu dapat terjadi akibat membatunya cairan yang dihasilkan oleh hati (liver) dan menumpuk di kantung empedu.

Sementara maag merupakan penyakit yang muncul akibat adanya luka atau bakteri (bernama H. Pylori) di lambung, usus halus, dan/atau kerongkongan, sehingga mengganggu pencernaan dan asam lambung.

Bagaimana cara membedakannya? Sebelumnya, mari pahami batu empedu lebih dalam.

Read More
17.12.2018
Perut sakit setelah makan pedas? Kenali gejala asam lambung yang lain

Hobi makan pedas atau makanan yang asam? Seperti sambal atau rujak, tetapi sering merasa menderita akibat sakit atau mulas pada perut dan tenggorokan terasa panas, setelah menikmati makanan favorit tersebut? Bisa jadi rasa tidak nyaman ini adalah salah satu gejala penyakit yang umum dialami, jika kita mengabaikan kesehatan lambung. Dalam dunia medis penyakit ini dikenal dengan nama Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), atau masyarakat umum mengenalnya sebagai penyakit asam lambung.

Read More
06.12.2018
Kanker Kolorektal – Apa yang tidak Anda ketahui?

Mitos dan Realita tentang Kanker Kolorektal?

Read More
11.10.2019
Kecil namun Berbahaya: Apa itu Kanker Prostat dan Bagaimana Mencegahnya?

Kelenjar prostat seringkali diremehkan karena ukurannya. Padahal, kelenjar ini memiliki peran penting dalam sistem reproduksi pria, dan mengabaikan masalah yang terjadi pada kelenjar ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan.

Read More
06.12.2018
Stroke - Penyebab Utama Kematian Ketiga dan Apa Yang Anda Bisa Lakukan Tentang Ini

Saat sedang berlibur dengan keluarganya di Bogor, Jonathan*, 52 th, mengalami serangan stroke serius namun menolak untuk dibawa ke rumah sakit oleh istrinya hingga terlalu terlambat. Akibatnya, istrinya kerepotan mengurus administrasi rumah sakit, konsultasi dengan dokter, dan membawa suaminya pulang ke rumah dalam keadaan tidak berdaya. Istri Jonathan adalah seorang pengusaha dengan 4 anak yang berusia di bawah 19 tahun dan Ia tidak punya banyak waktu untuk memikirkan efek berkepanjangan dari serangan stroke yang dialami Jonathan. Proses beradaptasi ke gaya hidup yang baru di mana Jonathan harus selalu dilayani baru terasa beratnya saat mereka pulang ke Jakarta. Jonathan harus menghabiskan waktu di rumah sakit selama 1 bulan, dan mengunjungi pusat rehabilitasi secara rutin selama 3 bulan. Ia telah kehilangan kemampuan untuk berbicara, menulis atau bahkan sekedar bergerak untuk menunjukkan apa yang ia butuhkan.

Read More
01.11.2018
Pentingnya Tes Kesehatan

Periksakan kesehatan Anda serta keluarga di Island Hospital dan nikmati anugerah kesehatan yang sempurna.

Di kehidupan yang sibuk di mana kita seringkali berpergian, seringkali kita lupa akan kesehatan.

Read More
29.11.2018
Aces Awards

Kesuksesan dari sebuah kerjasama

Read More