Stroke - Penyebab Utama Kematian Ketiga dan Apa Yang Anda Bisa Lakukan Tentang Ini

By Island Hospital   |   06.12.2018

Saat sedang berlibur dengan keluarganya di Bogor, Jonathan*, 52 th, mengalami serangan stroke serius namun menolak untuk dibawa ke rumah sakit oleh istrinya hingga terlalu terlambat. Akibatnya, istrinya kerepotan mengurus administrasi rumah sakit, konsultasi dengan dokter, dan membawa suaminya pulang ke rumah dalam keadaan tidak berdaya. Istri Jonathan adalah seorang pengusaha dengan 4 anak yang berusia di bawah 19 tahun dan Ia tidak punya banyak waktu untuk memikirkan efek berkepanjangan dari serangan stroke yang dialami Jonathan. Proses beradaptasi ke gaya hidup yang baru di mana Jonathan harus selalu dilayani baru terasa beratnya saat mereka pulang ke Jakarta. Jonathan harus menghabiskan waktu di rumah sakit selama 1 bulan, dan mengunjungi pusat rehabilitasi secara rutin selama 3 bulan. Ia telah kehilangan kemampuan untuk berbicara, menulis atau bahkan sekedar bergerak untuk menunjukkan apa yang ia butuhkan.

Banyak pasien stroke lain yang mengalami hal yang sama. Waktu adalah kunci dalam menangani stroke.

*bukan nama sebenarnya

Stroke adalah penyakit yang dapat menyebabkan kematian atau disabilitas yang signifikan pada penderitanya dan merupakan penyebab kematian nomor 3 di banyak negara.

Stroke adalah gangguan pada fungsi otak yang disebabkan oleh pembuluh darah yang tersumbat atau pendarahan pada otak (pendarahan otak yang disebabkan oleh trauma, namun akibat cidera tidak termasuk).

Stroke biasa menyebabkan gejala seperti:

  • kelemahan atau mati rasa pada satu anggota tubuh atau lebih
  • penurunan pada salah satu bagian wajah
  • kesulitan mengangkat lengan sampai atas
  • kesulitan berbicara dan memahami pembicaraan
  • gangguan pada pengelihatan (pandangan buram, buta mendadak pada satu mata)
  • vertigo
  • kesulitan berdiri atau berjalan
  • tidak sadarkan diri yang dapat berujung kematian

Risiko stroke akan meningkat pada pasien dengan ciri seperti:

  • laki-laki
  • sudah berumur, dan
  • memiliki faktor genetik atau turunan

Risiko terkena stroke dapat dikurangi secara signifikan dengan:

  • perubahan gaya hidup,
  • obat-obatan yang sesuai
  • operasi (pada pembuluh darah yang mengarah ke otak)

Meski demikian, berbagai faktor yang dapat diubah untuk mengurangi risiko terkena stroke.

  • hipertensi (tekanan darah tinggi yang berkepanjangan)
  • diabetes mellitus (gula darah tinggi yang berkepanjangan)
  • kadar lemak darah yang tinggi (seperti lipoprotein, kolestrol dan atau trigliserida)
  • merokok dan
  • kurangnya aktivitas fisik

Mengkonsumsi obat yang mencegah terjadinya gumpalan darah seperti aspirin, clopidogrel atau warfarin terbukti dapat mencegah serangan stroke pada beberapa pasien. Obat-obatan memiliki efek samping dan penggunaannya harus di bawah pengawasan dokter. Beberapa jenis obat-obatan selalu diperbaharui dapat mengurangi gejala ini.

Lakukan tes FAST dan perhatikan waktu saat gejala ini terjadi.

  1. FACE: Minta pasien tersenyum. Apakah salah satu bagian wajah terlihat turun?
  2. ARMS: Minta pasien angkat kedua lengan ke atas. Apakah salah satunya terjatuh?
  3. SPEECH: Minta pasien untuk mengulang perkataan sederhana. Apakah ia mengalami kesulitan?
  4. TIME: Jika Anda mengenali gejalanya, segera hubungi Hotline Gawat Darurat.

Meskipun gejala langsung hilang, segera cari bantuan.

Gejala mungkin hanya bertahan beberapa menit sebelum menghilang. Gejala yang cepat berhenti ini disebut serangan iksemik sementara (Transietnt Ischemic Attacks atau TIA). TIA harus ditanggapi dengan serius karena mereka adalah gejala awal dari kondisi yang serius, dan mereka yang mengalami TIA memiliki risiko tinggi untuk mendapatkan serangan stroke; sehingga mereka harus segera dibawa ke dokter.

Langkah yang terdepan: Diagnosa

Langkah yang terdepan dalam menangani pasien yang terindikasi mengalami stroke adalah dengan mendapatkan diagnosa yang tepat. Hal ini melibatkan dokter yang akan memeriksa pasien melalui tes lanjutan seperti:

  • evaluasi darah
  • x-ray dada
  • CT scan otak atau MRI

Langkah-Langkah Berikutnya: Perawatan dan Rehabilitasi

Setelah diagnosa dilakukan, perawatan stroke tahap awal harus dilakukan di rumah sakit. Waktu adalah kunci. "Penghilang gumpalan darah" (dalam bentuk TPA - Tissue Plasminogen Aktivator) mungkin dapat digunakan untuk menangani stroke jika disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah di otak dan skenario pasien memenuhi kriteria ketat, termasuk inisiasi perawatan dalam waktu 4,5 jam dari yang terdepan kali gejala stroke muncul. Perawatan ini memiliki risiko tinggi dan hanya sedikit pasien stroke iskemik yang memenuhi syarat untuk menjalankan perawatan ini.

Jika stroke disebabkan oleh pendarahan otak karena tekanan darah tinggi atau karena pembuluh darah pecah akibat penyakit bawaan dari lahir, perawatan yang efektif mencakup kendali yang baik atas tekanan darah dan operasi pengangkatan gumpalan darah (atau prosedur operasi saraf lainnya yang ditentukan sesuai dengan kasus penyakitnya).

Selain perawatan dengan obat-obatan dan operasi, perawatan stroke juga meliputi rehabilitasi yang memadai seperti fisioterapi, terapi okupasi dan terapi wicara (untuk pasien yang mengalami kesulitan berbicara yang disebabkan oleh stroke). Membantu pasien, keluarga care-giver dan orang terdekat lainnya untuk memahami dan menerima 'bencana' yang mereka alami juga sama pentingnya.

Istri Jonathan kini menyesal karena tidak membawa Jonathan (di luar kemauannya) ke rumah sakit secepatnya.

Dengan dorongan dari dokter, care-giver dan orang terdekatnya, Jonathan berhasil sembuh dari episode depresinya yang disebabkan oleh stroke dan mendapatkan kekuatan untuk bangkit dan menjalankan rencana perawatan yang membuahkan hasil yang nyata. Namun, seperti pasien stroke kebanyakan, hidup Jonathan dan orang terdekatnya tak akan pernah lagi sama seperti dulu.

Jonathan berhasil mendapatkan kembali sebagian dari kemampuan berbicaranya, yang merupakan kelegaan tersendiri untuk keluarganya.

Buat Janji Temu
Beli Paket Sekarang


28.09.2018
Apa itu Prehipertensi dan Seberapa Seriuskah Kondisi Tersebut?

Layaknya sebuah lampu kuning di lampu lalu lintas yang berfungsi sebagai tanda peringatan, prehipertensi merupakan suatu tanda peringatan penyakit kardiovaskular. Artinya Anda mungkin memiliki risiko tekanan darah tinggi di masa yang akan datang. Ada beberapa tanda komplikasi yang mengikuti datangnya hipertensi, di antaranya serangan jantung, stroke, penyakit jantung koroner, gagal jantung, dan gagal ginjal. Jika Anda kelebihan berat badan, kurang bergerak, memiliki kebiasaan merokok, minum alkohol secara berlebihan, makan makanan dengan kadar garam tinggi, dan memiliki riwayat keluarga hipertensi, Anda kemungkinan besar berisiko terkena prehipertensi. Prehipertensi biasanya tidak menimbulkan gejala dan didiagnosis di klinik dokter atau apotek ketika dilakukan pengukuran tekanan darah selama pemeriksaan kesehatan rutin.

Read More
28.09.2018
Hipertensi - Si Pembunuh yang Menyerang Diam-diam

Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, bukanlah sebuah penyakit yang dapat terjadi begitu saja. Penyakit ini berkembang perlahan dan disebabkan oleh berbagai hal, sebelum akhirnya kita sadar dan terlalu akut untuk diobati. Padahal, sebenarnya sejak awal kondisi hipertensi bisa dikendalikan secara efektif melalui perubahan gaya hidup, dan obat-obatan jika diperlukan.

Read More
14.09.2018
7 Fakta Penyakit Jantung Koroner (CAD) yang Harus Anda Ketahui

Jenis penyakit jantung yang paling sering ditemui adalah penyakit jantung koroner, atau disebut juga sebagai penyakit arteri koroner, CAD (Coronary Artery Disease), arteriosklerosis koroner, dan aterosklerosis koroner. Berikut adalah 7 Fakta Penyakit Jantung Koroner (CAD) yang Harus Anda Ketahui

Read More
28.12.2018
Apakah Benjolan di Payudara Saya adalah Kanker?

Benjolan pada payudara adalah pembengkakan atau tonjolan kecil/besar pada payudara yang mempunyai perbedaan signifikan dibandingkan di area lain pada kedua payudara. Benjolan payudara dapat menyerang wanita dan pria, namun umumnya sering terjadi kepada wanita.

Read More
17.12.2018
Ketahui Gejala Miom dan Cara Mengobatinya

Fibroid rahim (atau miom) adalah sel-sel nonkanker yang bertumbuh pada uterus (rahim) dan kerap muncul di masa-masa subur wanita. Fibroid rahim, juga disebut dengan leiomioma atau mioma, tidak berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker rahim. Selain itu, fibroid ini hampir tidak pernah berkembang menjadi kanker.

Read More
09.10.2018
Vaginitis: Apa yang penting diketahui oleh wanita?

Kesehatan vagina sangat penting dipertahankan oleh setiap wanita demi kondisi tubuh yang prima. Berbagai masalah pada vagina dapat menyebabkan masalah kesuburan, gairah seksual, dan kemampuan untuk orgasme. Lalu juga dapat memengaruhi tingkat stress, kepercayaan diri, dan hubungan dengan pasangan kita.

Read More
06.12.2018
Kanker Kolorektal – Apa yang tidak Anda ketahui?

Mitos dan Realita tentang Kanker Kolorektal?

Read More
11.04.2019
Retinopati Diabetik

Tahukah Anda bahwa retinopati diabetik adalah salah satu penyebab kebutaan dan kehilangan penglihatan?

Read More
27.11.2018
Gejala dan Penanganan Tepat Untuk Glukoma

Glaukoma (sering disebut juga sebagai glukoma) berkaitan dengan kondisi di mana tekanan pada mata berada di atas batas normal (hipertensi okular). Jika tidak diobati atau tidak dikontrol, glaukoma dapat menjadi penyebab utama hilangnya penglihatan tepi (penglihatan perifer) yang dapat berujung pada kebutaan.

Read More
17.10.2018
Yang Perlu Diketahui untuk Mencegah Katarak

Mata kita memiliki beberapa bagian, salah satunya adalah lensa kristal alami mata yang berfungsi membantu kita fokus pada manusia dan objek lain pada jarak tertentu. Sayangnya, seiring dengan bertambahnya usia seseorang, lensa ini sering menegang dan mengeras, akibatnya lensa kehilangan kelenturan dan kemampuannya untuk fokus, sehingga menimbulkan masalah penglihatan.

Read More
27.12.2018
Berisiko terserang penyakit liver? JANGAN percaya 6 mitos ini!

Seberapa seringkah kita mendengar bahwa penyakit liver (penyakit hati) hanya menyerang seseorang yang merupakan peminum alkohol berat, atau terlalu sering begadang sampai larut malam?

Read More
17.12.2018
Benarkah ini keluhan maag biasa, atau jangan-jangan batu empedu?

Seringkah dalam keseharian, kita merasakan mual dan sakit di sekitar ulu hati, serta tidak nafsu makan? Sebagian besar mungkin dengan cepat akan mengatakan bahwa itu adalah gejala maag atau penyakit asam lambung lainnya.

Benarkah demikian? Karena seringkali, gejala di atas justru mengindikasikan adanya batu empedu.

Gejala maag dan batu empedu memang sangat mirip, karena keduanya dapat dirasakan di area sekitar ulu hati, yakni lambung dan kantong empedu. Tetapi terkadang memang tidak sesederhana itu, karena gejala batu empedu lebih sering menyerang setelah kita makan. Namun tetap saja banyak masyarakat kita keliru menganggap gejala batu empedu yang menyerangnya sebagai gejala penyakit maag. (this is the part where we elaborate them)

Penyakit batu empedu dapat terjadi akibat membatunya cairan yang dihasilkan oleh hati (liver) dan menumpuk di kantung empedu.

Sementara maag merupakan penyakit yang muncul akibat adanya luka atau bakteri (bernama H. Pylori) di lambung, usus halus, dan/atau kerongkongan, sehingga mengganggu pencernaan dan asam lambung.

Bagaimana cara membedakannya? Sebelumnya, mari pahami batu empedu lebih dalam.

Read More
17.12.2018
Perut sakit setelah makan pedas? Kenali gejala asam lambung yang lain

Hobi makan pedas atau makanan yang asam? Seperti sambal atau rujak, tetapi sering merasa menderita akibat sakit atau mulas pada perut dan tenggorokan terasa panas, setelah menikmati makanan favorit tersebut? Bisa jadi rasa tidak nyaman ini adalah salah satu gejala penyakit yang umum dialami, jika kita mengabaikan kesehatan lambung. Dalam dunia medis penyakit ini dikenal dengan nama Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), atau masyarakat umum mengenalnya sebagai penyakit asam lambung.

Read More
29.11.2018
Aces Awards

Kesuksesan dari sebuah kerjasama

Read More
01.11.2018
Pentingnya Tes Kesehatan

Periksakan kesehatan Anda serta keluarga di Island Hospital dan nikmati anugerah kesehatan yang sempurna.

Di kehidupan yang sibuk di mana kita seringkali berpergian, seringkali kita lupa akan kesehatan.

Read More