Vaginitis: Apa yang penting diketahui oleh wanita?

By Island Hospital   |   09.10.2018

Kesehatan vagina sangat penting dipertahankan oleh setiap wanita demi kondisi tubuh yang prima. Berbagai masalah pada vagina dapat menyebabkan masalah kesuburan, gairah seksual, dan kemampuan untuk orgasme. Lalu juga dapat memengaruhi tingkat stress, kepercayaan diri, dan hubungan dengan pasangan kita.

Vagina merupakan organ tubuh yang sangat luar biasa. Salah satunya adalah karena memiliki sistem dengan jutaan mikroorganisme yang bekerja sama untuk menjaga keseimbangan tingkat keasaman (pH) vagina, sehingga dapat melindungi dari berbagai infeksi dan penyakit lainnya. Organ ini memiliki keseimbangan kimia yang sangat sensitif, jika mengalami peradangan atau inflamasi, kondisi yang disebut vaginitis dapat langsung menyerang.
Vaginitis dapat menyebabkan pembengkakan, rasa gatal, sensasi seperti terbakar, serta bau tidak sedap dan keluarnya cairan keputihan abnormal dari vagina. Biasanya disebabkan oleh perubahan kadar keseimbangan bakteri flora (bakteri yang sudah menetap secara permanen) pada vagina akibat infeksi, reaksi kimia, ataupun pewangi.

Sekitar sepertiga wanita akan mengalami gejala vaginitis di masa kehidupannya. Kondisi ini dapat terjadi pada semua rentang umur, umumnya dialami oleh wanita saat mulai memasuki usia subur hingga menopause, walaupun demikian kondisi juga dapat dialami sebelum usia subur dimulai.
Berbagai riset telah membuktikan bahwa 40% penderita vaginitis keliru mengira bahwa mereka memiliki penyakit lain. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi kita untuk mengonsultasikan kondisi apapun yang terjadi pada vagina dengan dokter, sehingga bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Berbeda dengan persepsi banyak orang, vaginitis tidak selalu disebabkan oleh infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual, atau infeksi menular seksual (sexually transmitted infection/STI).
Wanita yang belum aktif secara seksual pun dapat mengalami perkembangan infeksi seperti bakteri vaginosis (BV), ataupun infeksi jamur. Umumnya, kedua infeksi ini disebabkan oleh ketidakseimbangan jumlah bakteri yang berada di dalam vagina. Sedangkan, bagi wanita yang sudah aktif secara seksual, umumnya mendapatkan Trikomoniasis, yang hanya menular melalui hubungan intim.

Vaginitis memiliki berbagai tipe yang berbeda-beda. Namun tiga tipe yang paling umum ialah ketiga tipe tersebut di atas. Penyebab dan penanganan ketiga tipe ini berbeda-beda, tetapi tanda dan gejalanya bisa sangat serupa.

  • Bakteri vaginosis (BV) Adalah terganggunya tingkat keseimbangan normal bakteri pada vagina, akibat meningkatnya populasi bakteri atau adanya ketidakseimbangan jumlah antara kedua jenis bakteri di dalam vagina. Bakteri vaginosis umumnya menyerang wanita yang sudah pernah berhubungan seksual dan berhubungan erat dengan penyakit radang panggul. Penyakit radang panggul (pelvic inflammatory disease/PID) adalah infeksi yang menyerang rahim dan indung telur. Infeksi ini dapat menyebabkan infertilitas dan kehamilan ektopik (kehamilan yang terjadi di luar rahim, biasanya terjadi di daerah saluran indung telur). BV juga dapat menyebabkan masalah semasa kehamilan, seperti kelahiran prematur dan lahirnya bayi yang memiliki berat rendah (di bawah 2.500 gram).
  • Infeksi jamur Dikenal juga sebagai candidiasis, merupakan tipe infeksi yang paling sering dialami. Mayoritas wanita dewasa telah mengalami infeksi jamur setidaknya sekali seumur hidup. Tipe infeksi ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya, termasuk kulit, Membran mukosa (lapisan kulit dalam), katup jantung, kerongkongan, dan sebagainya. Biasanya terjadi pada saat adanya ketidakseimbangan jumlah bakteri. Pada beberapa kasus langka, infeksi ini dapat membahayakan nyawa secara sistemik, terutama bagi wanita yang mempunyai sistem kekebalan tubuh lemah (salah satunya wanita ditengah masa kehamilan, pengidap HIV, pengidap diabetes, atau pengguna steroid jangka panjang).
  • Trikomoniasis Merupakan tipe infeksi vagina yang disebabkan oleh parasit "trichomonas vaginalis", yakni parasit yang umumnya ditularkan melalui hubungan seksual. Trikomoniasis biasa menyerang saluran kemih dan organ reproduktif vagina. Jika memang mengalaminya, sangatlah penting untuk melakukan pengobatan pada kedua organ kemaluan pasangan, terutama untuk memastikan parasit ini tidak menyerang lagi saat hubungan seksual selanjutnya. Trikomoniasis berhubungan erat dengan peningkatan risiko terjangkit HIV.

Pada kondisi normal, kemaluan wanita memproduksi sedikit cairan keputihan yang keluar dari tubuh pada waktu tertentu. Cairan ini bertugas untuk menjaga agar vagina tetap basah dan sehat. Pada masa menstruasi, cairan keputihan umumnya berubah warna dan jumlah. Jika keseimbangan jamur dan bakteri alami pada vagina berubah, maka dapat memengaruhi cairan ini dan kemudian menyebabkan vaginitis. Ketidakseimbangan jamur/bakteri dapat mengakibatkan peradangan pada lapisan vagina. Beberapa faktor penyebab ketidakseimbangan ini adalah:

  • Antibiotik – Dapat menghancurkan bakteri yang melindungi vagina. Bakteri ini bekerja untuk menghentikan perkembangbiakan organisme candida (jamur parasit yang berkembang menginfeksi tubuh). Infeksi jamur dapat tumbuh saat kita mengonsumsi antibiotik, contohnya untuk kondisi radang tenggorokan.
  • Perubahan hormon – Biasa terjadi semasa kehamilan, menyusui, dan menopause. Perubahan hormon dapat memicu perkembangan jamur candida, karena peningkatan hormon estrogen dapat menciptakan lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan candida.
  • Douching – Maksudnya adalah kegiatan membersihkan vagina dengan cara menyemprotkan air atau benda lain ke dalam vagina (seperti cuka, baking soda, atau cairan pembersih lain yang dapat ditemukan di apotek dan supermarket). Air dan berbagai cairan tersebut umumnya dikemas di dalam botol dan dipancurkan ke dalam vagina melalui pipa penyemprot. Perlakuan douching mengubah keseimbangan bakteri alami vagina, sehingga menyebabkan peningkatan risiko terjadinya infeksi vagina.
  • Pewangi – pembalut/panty liner, sabun, dan produk lainnya yang mengandung pewangi.
  • Spermisida – Dapat berbentuk krim, gel, foam, atau supositoria (pil yang dimasukkan melalui vagina). Merupakan alat KB yang bekerja dengan membunuh sperma. Alat ini dapat menyebabkan iritasi yang menciptakan lingkungan ideal untuk jamur candida.
  • Pil KB – Perubahan hormon juga dapat disebabkan oleh konsumsi pil KB yang menyebabkan meningkatnya estrogen. (https://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga_Berencana) (Abbreviated as KB, Keluarga Berencana is an old Indonesian government campaign about family planning, and it has since become the most common term to define limiting the number of children, with a maximum of 2, using contraceptive medicine and activity)
  • Infeksi yang disebabkan luka – Apabila vagina mendapatkan luka goresan pada saat memasukkan objek seperti tampon dan sebagainya, jamur candida akan dengan mudah berkembang biak.
  • Kehamilan
  • Pola makan yang buruk
  • Celana berukuran ketat
  • Celana dalam yang lembab

Vagina yang sehat mempunyai keseimbangan antara jumlah dan jenis bakterinya. Bakteri "baik" akan menjaga keasaman vagina, sehingga bakteri "jahat" tidak dapat berkembang biak dengan cepat. Kesehatan vagina ditentukan oleh cairan keputihan yang terlihat transparan atau putih susu, tergantung kepada konsistensi waktu datang bulannya. Saat ketidakseimbangan antara kedua bakteri terjadi, bakteri jahat akan berkembang terlalu cepat dan menyebabkan infeksi, lalu cairan keputihan akan memiliki warna yang aneh dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Setiap tipe vaginitis memiliki penyebab dan gejala yang berbeda-beda, dan beberapa tipe dapat saja menyerang secara bersamaan (dengan atau tanpa adanya gejala). Berikut adalah gejala umum dari ketiga tipe yang telah dibahas:

Gejala BV (Bakteri Vaginosis, disebabkan oleh pertumbuhan bakteri jahat yang berlebihan pada vagina):

  • Keputihan abnormal yang memiliki bau tak sedap. Beberapa wanita mencium adanya bau amis seperti ikan, yang sangat kuat, terutama setelah berhubungan intim
  • Keputihan yang umumnya bertekstur tipis dan kenyal seperti kue, berwarna putih atau abu-abu
  • Sensasi seperti terbakar pada saat buang air kecil
  • Rasa gatal di sekitar bagian luar vagina
    Selain itu, banyak juga wanita tidak merasakan gejala apapun, bahkan gejala BV juga dapat terasa sebagai penyakit lainnya.
  • Gejala Infeksi Jamur (Disebabkan oleh pertumbuhan jamur yang berlebihan pada vagina):
  • Keputihan yang bertekstur tebal, lembut seperti keju cottage, dan berwarna putih keabuan
  • Keputihan menyebabkan gatal-gatal, iritasi, dan kemerahan warna permukaan luar/bibir vagina (vulva)
  • Rasa sakit seperti terbakar saat buang air kecil, disebabkan oleh urin yang melewati daerah peradangan pada vulva
  • Rasa ketidaknyamanan, yang kemungkinan berbeda-beda di setiap wanita
  • Infeksi menular seksual seperti herpes, klamidia, dan kencing nanah juga memiliki gejala yang serupa

Gejala Trikomoniasis (Infeksi menular seksual yang disebabkan oleh protozoa tertentu):

  • Keputihan yang bertekstur seperti bedak, berbau tidak sedap, dan berwarna kuning kehijauan, atau abu-abu
  • Rasa gatal dan iritasi di sekitar vagina dan vulva
  • Sensasi seperti terbakar pada saat buang air kecil (rasanya sangat mirip dengan infeksi saluran kemih)
  • Rasa tidak nyaman pada saat berhubungan seksual

Terlebih dahulu dokter akan memastikan kadar pH dan konsistensi keputihan vagina. Biasanya akan dilakukan melalui tes urin dan pengambilan sampel dari cairan keputihan.

  • Pada saat pemeriksaan panggul, vagina dan leher rahim (serviks) akan diinspeksi untuk memastikan keputihan dan lesi (keberadaan jaringan abnormal pada tubuh). Lalu dokter akan memeriksa ukuran dan lokasi rahim serta leher rahim, untuk memastikan keberadaan rasa sakit atau nyeri pada setiap pergerakannya, atau pada area di dekat rahim, yang berhubungan erat dengan saluran dan indung telur.
  • Saat pemeriksaan vagina, alat pembuka (spekulum) akan dimasukkan ke dalam vagina agar leher rahim dapat terlihat. Kemudian, sampel cairan keputihan akan diambil dengan kain penyerap untuk memastikan jenis infeksi kemudian diteliti dengan mikroskop guna mendeteksi keberadaan organisme yang menyebabkan infeksi.
  • Pada kasus tertentu, tes pap smear akan dilakukan bila dokter merasa ada risiko kanker serviks. Island Hospital memiliki teknologi terkini bernama BD SurePath, yaitu tes pap smear liquid-based, yang dapat mendeteksi risiko kanker dalam kurun waktu 24 jam.
  • Jika melalui tes laboratorium, terdeteksi adanya trikomoniasis, tes lanjutan akan dilakukan untuk memastikan keberadaan infeksi menular seksual lainnya.

Jika terbukti memiliki vaginitis, pastikan daerah kewanitaan bersih dan kering. Jangan menggunakan produk pembersih vagina, bedak, ataupun air dengan pancuran keras ke dalam vagina, terutama selama masa pengobatan, dan hindari hubungan seksual untuk sementara waktu; yaitu hingga penanganan selesai dan gejala sudah tidak kembali lagi.

Biasanya, diagnosa ditentukan berdasarkan gejala, hasil tes urin, dan terkadang, tingkat perkembangan kuman pada vagina (melalui analisa sampel yang dilakukan di laboratorium). Penanganan akan ditentukan berdasarkan organisme penyebab infeksi.

Tergantung kepada penyebab infeksi, seorang penderita akan dianjurkan untuk memakai supositoria, pil anti jamur, atau antibiotik berbentuk pil/suntikan. Penanganan akan tergantung pada jenis infeksi, seberapa buruk kondisinya, masa terjadinya infeksi, seberapa sering kemunculannya, dan apakah penderita sedang hamil atau tidak.

Beberapa jenis infeksi tidak akan membaik jika hanya diobati di rumah atau dengan obat-obatan apotek biasa. Kondisi tertentu membutuhkan antibiotik guna menjinakkan infeksi. Pastikan kesehatan vagina dengan berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan dengan ginekolog terpercaya.
Klik disini untuk melihat daftar ginekolog kami
Penanganan juga tergantung kepada tipe yang diidap oleh pasien, berikut adalah berbagai contohnya:

Bakteri Vaginosis membutuhkan resep antibiotik dan krim/gel untuk vagina

Infeksi jamur membutuhkan krim anti jamur, supositoria yang dimasukkan melalui vagina, atau pil anti jamur. Memang obat-obatan apotek terbukti lebih praktis dan murah dibandingkan dengan berkonsultasi dengan dokter, namun jika mengalami infeksi ini untuk yang terdepan kalinya, sebaiknya penderita berkonsultasi dengan seorang profesional terlebih dahulu agar bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Trikomoniasis membutuhkan resep antibiotik untuk penderita dan juga pasangan seksualnya. Jika terdiagnosa, hindari berhubungan seksual hingga penanganan selesai.

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan demi mengurangi risiko terserang vaginitis, di antaranya termasuk:

  • Basuh area luar vagina setiap hari. Gunakan sabun yang tidak keras. Basahi dan keringkan dengan baik.
  • Lap vagina dan anus dari depan ke belakang.
  • Jangan melakukan douching, hal ini hanya mengganggu keseimbangan bakteri pada vagina.
  • Gunakan antibiotik hanya saat dibutuhkan, karena hal ini juga dapat membunuh bakteri baik.
  • Hindari berganti-ganti pasangan. Selalu gunakan kondom saat ingin melakukan hubungan seksual.
  • Gunakan celana dalam berbahan katun atau berlapis katun.
  • Hindari penggunaan celana yang ketat dan penggunaan stocking saat cuaca sedang panas.
  • Konsultasikan dengan dokter jika vagina mengeluarkan keputihan abnormal atau mengeluarkan bau tak sedap.

Banyak dari wanita yang mengira bahwa mereka memiliki infeksi jamur dan mencoba mengobatinya sendiri, namun setelah itu menemukan bahwa mereka terjangkit infeksi tipe lain yang tidak terpengaruh oleh obat-obatan jamur dari apotek. Oleh karena itu, janganlah mengira-ngira, sadari gejala yang Anda miliki jika terserang infeksi vagina. Vaginitis memang umumnya tidak berbahaya, bahkan mudah diobati untuk sebagian besar wanita. Tetapi jika sedang hamil, infeksi vagina dapat menyebabkan masalah besar untuk ibu dan bayi. Cegahlah agar hal ini tidak terjadi!

Walau tidak semua masalah vagina dapat dicegah, pemeriksaan secara berkala dapat membantu memastikan keberadaan masalah pada vagina dengan cepat. Buatlah janji temu dengan ginekolog kami untuk tes yang akurat serta penanganan yang tepat, cepat, dan efektif. Jangan biarkan kekhawatiran Anda tertutup oleh rasa malu menjalani pemeriksaan vagina.

Buat Janji Temu
Beli Paket Sekarang


28.08.2018
6 Langkah untuk Hidup Bahagia dengan Jantung Sehat

Kita sering mengabaikan, bahkan melupakan bahwa jantung adalah salah satu organ terpenting di tubuh manusia. Jantung merupakan organ tubuh yang tidak pernah berhenti bekerja keras agar kita tetap hidup. Ia berdetak sekitar 100.000 kali per hari, atau lebih dari 2,5 miliar kali dalam masa hidup rata-rata manusia. Mengetahui fakta ini, sekarang waktunya kita untuk menjadi lebih proaktif dalam menjaga kesehatan dan kebahagiaan jantung agar kinerjanya selalu optimal. Mengingat kesehatan jantung sangat penting, mari mulai menjaga jantung kita dari gangguan atau penyakit apa pun agar kita selalu sehat dan berumur panjang. Menjaga kesehatan jantung untuk menghindari penyakit kardiovaskular sangatlah penting, tetapi jangan jadikan hal itu sebagai satu-satunya alasan Anda.  

Selengkapnya
28.08.2018
12 Mitos Tentang Penyakit Jantung yang Sebelumnya Saya Yakini

Saat ini penyakit jantung tetap bertahan sebagai pembunuh nomor satu di banyak negara. Dan masih banyak persepsi yang salah tentang penyakit jantung. Sekarang saatnya kita membuka fakta yang sebenarnya, sebelum terlambat.

Selengkapnya
14.09.2018
7 Fakta Penyakit Jantung Koroner (CAD) yang Harus Anda Ketahui

Jenis penyakit jantung yang paling sering ditemui adalah penyakit jantung koroner, atau disebut juga sebagai penyakit arteri koroner, CAD (Coronary Artery Disease), arteriosklerosis koroner, dan aterosklerosis koroner. Berikut adalah 7 Fakta Penyakit Jantung Koroner (CAD) yang Harus Anda Ketahui

Selengkapnya
10.09.2018
Kista Ovarium

Rahim wanita memiliki dua indung telur (ovarium) yang masing-masing berbentuk dan berukuran sebesar almond. Satu di sisi kanan dan satu di sisi kiri, berfungsi untuk menghasilkan serta melepaskan sel telur matang (ovum) setiap bulan selama masa-masa subur wanita. Fungsi ovarium dapat terganggu akibat adanya perkembangan kista ovarium yang berbentuk kantung kecil berisi cairan dipermukaannya.

Selengkapnya
17.12.2018
Ketahui Gejala Miom dan Cara Mengobatinya

Fibroid rahim (atau miom) adalah sel-sel nonkanker yang bertumbuh pada uterus (rahim) dan kerap muncul di masa-masa subur wanita. Fibroid rahim, juga disebut dengan leiomioma atau mioma, tidak berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker rahim. Selain itu, fibroid ini hampir tidak pernah berkembang menjadi kanker.

Selengkapnya
28.12.2018
Apakah Benjolan di Payudara Saya adalah Kanker?

Benjolan pada payudara adalah pembengkakan atau tonjolan kecil/besar pada payudara yang mempunyai perbedaan signifikan dibandingkan di area lain pada kedua payudara. Benjolan payudara dapat menyerang wanita dan pria, namun umumnya sering terjadi kepada wanita.

Selengkapnya
06.12.2018
Kanker Kolorektal – Apa yang tidak Anda ketahui?

Mitos dan Realita tentang Kanker Kolorektal?

Selengkapnya
27.11.2018
Gejala dan Penanganan Tepat Untuk Glukoma

Glaukoma (sering disebut juga sebagai glukoma) berkaitan dengan kondisi di mana tekanan pada mata berada di atas batas normal (hipertensi okular). Jika tidak diobati atau tidak dikontrol, glaukoma dapat menjadi penyebab utama hilangnya penglihatan tepi (penglihatan perifer) yang dapat berujung pada kebutaan.

Selengkapnya
17.10.2018
Yang Perlu Diketahui untuk Mencegah Katarak

Mata kita memiliki beberapa bagian, salah satunya adalah lensa kristal alami mata yang berfungsi membantu kita fokus pada manusia dan objek lain pada jarak tertentu. Sayangnya, seiring dengan bertambahnya usia seseorang, lensa ini sering menegang dan mengeras, akibatnya lensa kehilangan kelenturan dan kemampuannya untuk fokus, sehingga menimbulkan masalah penglihatan.

Selengkapnya
11.04.2019
Retinopati Diabetik

Tahukah Anda bahwa retinopati diabetik adalah salah satu penyebab kebutaan dan kehilangan penglihatan?

Selengkapnya
17.12.2018
Benarkah ini keluhan maag biasa, atau jangan-jangan batu empedu?

Seringkah dalam keseharian, kita merasakan mual dan sakit di sekitar ulu hati, serta tidak nafsu makan? Sebagian besar mungkin dengan cepat akan mengatakan bahwa itu adalah gejala maag atau penyakit asam lambung lainnya.

Benarkah demikian? Karena seringkali, gejala di atas justru mengindikasikan adanya batu empedu.

Gejala maag dan batu empedu memang sangat mirip, karena keduanya dapat dirasakan di area sekitar ulu hati, yakni lambung dan kantong empedu. Tetapi terkadang memang tidak sesederhana itu, karena gejala batu empedu lebih sering menyerang setelah kita makan. Namun tetap saja banyak masyarakat kita keliru menganggap gejala batu empedu yang menyerangnya sebagai gejala penyakit maag.

Penyakit batu empedu dapat terjadi akibat membatunya cairan yang dihasilkan oleh hati (liver) dan menumpuk di kantung empedu.

Sementara maag merupakan penyakit yang muncul akibat adanya luka atau bakteri (bernama H. Pylori) di lambung, usus halus, dan/atau kerongkongan, sehingga mengganggu pencernaan dan asam lambung.

Bagaimana cara membedakannya? Sebelumnya, mari pahami batu empedu lebih dalam.

Selengkapnya
17.12.2018
Perut sakit setelah makan pedas? Kenali gejala asam lambung yang lain

Hobi makan pedas atau makanan yang asam? Seperti sambal atau rujak, tetapi sering merasa menderita akibat sakit atau mulas pada perut dan tenggorokan terasa panas, setelah menikmati makanan favorit tersebut? Bisa jadi rasa tidak nyaman ini adalah salah satu gejala penyakit yang umum dialami, jika kita mengabaikan kesehatan lambung. Dalam dunia medis penyakit ini dikenal dengan nama Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), atau masyarakat umum mengenalnya sebagai penyakit asam lambung.

Selengkapnya
06.12.2018
Kanker Kolorektal – Apa yang tidak Anda ketahui?

Mitos dan Realita tentang Kanker Kolorektal?

Selengkapnya
06.12.2018
Stroke - Penyebab Utama Kematian Ketiga dan Apa Yang Anda Bisa Lakukan Tentang Ini

Saat sedang berlibur dengan keluarganya di Bogor, Jonathan*, 52 th, mengalami serangan stroke serius namun menolak untuk dibawa ke rumah sakit oleh istrinya hingga terlalu terlambat. Akibatnya, istrinya kerepotan mengurus administrasi rumah sakit, konsultasi dengan dokter, dan membawa suaminya pulang ke rumah dalam keadaan tidak berdaya. Istri Jonathan adalah seorang pengusaha dengan 4 anak yang berusia di bawah 19 tahun dan Ia tidak punya banyak waktu untuk memikirkan efek berkepanjangan dari serangan stroke yang dialami Jonathan. Proses beradaptasi ke gaya hidup yang baru di mana Jonathan harus selalu dilayani baru terasa beratnya saat mereka pulang ke Jakarta. Jonathan harus menghabiskan waktu di rumah sakit selama 1 bulan, dan mengunjungi pusat rehabilitasi secara rutin selama 3 bulan. Ia telah kehilangan kemampuan untuk berbicara, menulis atau bahkan sekedar bergerak untuk menunjukkan apa yang ia butuhkan.

Selengkapnya
01.11.2018
Pentingnya Tes Kesehatan

Periksakan kesehatan Anda serta keluarga di Island Hospital dan nikmati anugerah kesehatan yang sempurna.

Di kehidupan yang sibuk di mana kita seringkali berpergian, seringkali kita lupa akan kesehatan.

Selengkapnya
29.11.2018
Aces Awards

Kesuksesan dari sebuah kerjasama

Selengkapnya